• Senin, 23 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Sekretaris Dispora Kukar, Dery Wardhana. (Foto : Achmad Nizar/Kutairaya )


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Telah beredar isu atau wacana penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur yang semula dijadwalkan pada 2026.

Ajang olahraga empat tahunan tersebut disebut-sebut berpotensi diundur ke tahun 2027. Hal ini disebabkan dari pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Porprov Kaltim sendiri rencananya akan digelar di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah. Namun hingga kini, keputusan resmi terkait penundaan masih dalam tahap pembahasan dan analisa di tingkat provinsi.

Sekretaris Dispora Kukar, Dery Wardhana, membenarkan dengan adanya informasi mengenai kemungkinan penundaan tersebut. Memang telah disampaikan dalam rapat koordinasi bidang kepemudaan dan keolahragaan beberapa waktu lalu.

"Memang kemarin kami mengikuti rakor, dan salah satu isu yang dibahas adalah Porprov yang akan dilaksanakan di Kabupaten Paser. Ada informasi yang disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Prestasi Olahraga Dispora Kaltim terkait kemungkinan penundaan ke 2027. Namun ini masih dalam tahap pembahasan dan analisa," ujarnya pada Kutairaya.com di Ruang Kerjanya, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, wacana penundaan tentu berdampak pada kabupaten atau kota yang saat ini tengah melakukan persiapan, termasuk Kabupaten Kukar.

Ia menjelaskan, ketergantungan terhadap dana transfer dari pusat menjadi salah satu pertimbangan utama. Jika pembiayaan terlalu bergantung pada dana tersebut, dikhawatirkan akan menghambat program prioritas lain di daerah.

"Kalau semua pembiayaan bertumpu pada anggaran pemerintah daerah, sementara ada pemangkasan dana transfer, tentu ini harus dihitung dengan matang. Jangan sampai kegiatan lain yang juga prioritas menjadi terkalahkan," ungkapnya.

Karena itu, salah satu opsi nya itu membuka peluang dukungan dari pihak swasta atau dunia usaha untuk membantu menyukseskan event olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut, sehingga pembiayaan tidak sepenuhnya bersumber dari APBD.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Dispora Kukar memastikan persiapan tetap berjalan. Meski diakui belum maksimal, anggaran untuk kebutuhan dasar sudah mulai dialokasikan.

"Alhamdulillah Kukar masih menganggarkan, walaupun belum maksimal. Yang sudah ter-cover itu peralatan tanding dan biaya untuk mengikuti kegiatan. Tapi memang masih banyak komponen lain yang harus dipikirkan, seperti bonus atlet setelah bertanding," paparnya.

Ia menambahkan, persoalan bonus atlet juga menjadi bagian penting dalam perencanaan. Jangan sampai atlet sudah berjuang maksimal, namun penghargaan atas prestasi mereka belum disiapkan dengan baik.

Pihaknya bersama KONI Kukar terus melakukan koordinasi intensif. Berbagai upaya sudah dilakukan mulai dari pemetaan kebutuhan peralatan, seragam, hingga pendataan jumlah atlet yang akan diberangkatkan.

"Mapping sudah kita lakukan dari sekarang, termasuk jumlah atlet dan kebutuhan lainnya. Kami bersama KONI dan cabang olahraga tetap intens berkoordinasi," tuturnya.

Meski memahami kondisi keuangan daerah, ia berharap, Porprov tetap bisa dilaksanakan sesuai jadwal awal pada 2026. Pasalnya, tahun 2027 juga diprediksi dipenuhi berbagai agenda olahraga lainnya.

"Kalau tertumpuk di satu tahun, tentu akan berdampak pada pembiayaan dan pelaksanaan kegiatan lain. Semua agenda sama-sama membutuhkan anggaran besar," katanya.

Sementara itu, Ketua PSTI Kukar, Sri Herlinawati, ikut menanggapi wacana penundaan tersebut.

Menurutnya, penundaan tersebut akan menumpuk agenda olahraga di tahun berikutnya, termasuk pelaksanaan Pra PON.

"Kalau kita menunda, otomatis di 2027 kita juga ada Pra PON. Kalau ditunda lagi, kegiatan kita ini akan terus berjalan dan menumpuk. Memang kita efisiensi, tapi bukan berarti tidak menganggarkan," tegasnya.

Ia menilai, pemerintah kabupaten dan kota seharusnya sudah mengantisipasi agenda olahraga yang sifatnya rutin seperti Porprov.

Komunikasi yang baik menjadi kunci agar anggaran tetap bisa disiapkan meski dalam kondisi efisiensi.

"Kita sudah tahu ini agenda besar, kenapa tidak dikomunikasikan dengan bupati atau wali kota. Itu yang menurut saya harus diperbaiki. Kalau komunikasi berjalan baik, insya Allah tetap bisa dianggarkan," ujarnya.

Ia berharap, Ajang Porprov Kaltim tidak ditunda-tunda.

"Mudah-mudahan jangan ditunda. Insya Allah kita juga sudah mulai persiapan untuk sepak takraw menghadapi Porprov," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top