
Warga Tenggarong Imlek Edison Edi Widiya.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momen penting dan bahagia bagi umat Tionghoa, termasuk di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah seorang warga Tenggarong, Edison Edi Widiya mengatakan, perayaan Imlek 2026 ini memiliki makna penting.
Pasalnya, perayaan Imlek menjadi ajang silaturahmi yang dirayakannya secara sederhana.
"Perayaan Imlek saat ini hampir sama seperti tahun sebelumnya. Kita merayakannya dengan cara sederhana, mengingat kondisi ekonomi kita lagi menurun dan banyak masyarakat yang mengalami musibah," kata Edison kepada Kutairaya, Selasa (17/2/2026).
Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan untuk melaksanakan ibadah dan berdoa yang ditujukan kepada para leluhur yang telah meninggal dunia.
Sedangkan tempat ibadahnya dilaksanakan di rumah masing-masing.
"Kami belum memiliki tempat ibadah khusus dari pemerintah. Tempat ibadah wihara dalam proses pembangunan oleh pemerintah daerah," ucapnya.
Ia meminta pemerintah daerah agar dapat segera merampungkan pembangunan tempat ibadah wihara di Tenggarong.
"Kalau di Samarinda memiliki tempat ibadah, yaitu di Kelenteng atau Tua Pek Kong," ujarnya.
Sementara itu Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kukar, H Ariyadi menyampaikan selamat tahun baru Imlek kepada masyarakat Tionghoa yang merayakannya.
Melalui perayaan Imlek ini, dia mengimbau seluruh masyarakat agar bisa saling menghargai dan menjaga kondusivitas daerah.
"Kami berharap Tahun Naga Kayu ini, kita mantapkan persaudaraan melalui kerukunan, harmonisasi yang selama ini terbangun kita bisa lanjutkan ke arah yang lebih baik," ucap Ariyadi. (Ary)