
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah di Kementerian Dalam Negeri, guna meminta persetujuan terkait rencana pinjaman daerah ke Bankaltimtara untuk melunasi utang kepada pihak ketiga.
Menurutnya, Dirjen Bina Keuangan Daerah telah memberikan persetujuan atas rencana tersebut.
“Insya Allah prosesnya akan segera kita lakukan,” ujar Aulia, Senin (16/2/2026).
Ia berharap seluruh proses penyelesaian utang dapat dituntaskan sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Mudah-mudahan sebelum Lebaran semua sudah bisa kita selesaikan. Review inspektorat sudah selesai, pengakuan utang juga sudah selesai, dan kita berkomitmen dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) untuk menyelesaikan ini tepat waktu,” tuturnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan kewajiban utang kepada pihak ketiga yang nilainya mencapai sekitar Rp 820 miliar.
Langkah ini ditempuh melalui skema pinjaman daerah ke perbankan.
Untuk memfinalkan proses tersebut, Bupati Kukar bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada Kamis (12/2/2026) lalu.
“Bupati telah bertemu dengan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Daerah untuk memfinalkan proses pinjaman ke perbankan. Pinjaman ini akan digunakan untuk melunasi utang pemerintah daerah kepada pihak ketiga,” ujarnya.
Selain itu, Aulia juga mengemukakan adanya kurang bayar pemerintah daerah yang nilainya mencapai sekitar Rp 2,3 triliun.
Kekurangan tersebut direncanakan akan ditutup melalui skema pinjaman yang sama ketika memasuki tahun anggaran berikutnya.
“Intinya strategi kita tahun ini adalah menjadikan penyelesaian utang sebagai prioritas. Utang ini akan menjadi beban yang harus kami selesaikan secara tuntas,” katanya.
Ia berharap misi Pemkab Kukar untuk memastikan pinjaman ke Bankaltimtara dapat segera terealisasi.
Targetnya, pencairan pinjaman bisa terlaksana sebelum akhir Maret atau paling lambat April mendatang. (Dri)