
Wisata Gunung Pagole Desa Tanjung Harapan Sebulu.(Foto : Facebook Imas Cika)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pengembangan wisata Puncak Gunung Pagole di Dusun Mulia Harapan, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus diupayakan seiring antusiasme para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam dari ketinggian.
Kepala Dusun Mulia Harapan, Nikosius Kuang, menyampaikan sejumlah fasilitas dasar saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
"Untuk pembangunan jalan dan WC itu sudah dalam proses, sebagian besar sudah selesai, tinggal tahap finishing," ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, akses jalan masuk menuju kawasan wisata juga sedang dikerjakan.
Pembangunan akses tersebut bertujuan memudahkan pengangkutan material untuk pembangunan fasilitas, seperti WC dan sarana kebersihan lainnya.
Untuk sementara, pengunjung masih menggunakan jalan setapak yang sudah ada guna mencapai puncak.
Namun ke depan, pemerintah dusun berencana menyiapkan akses yang lebih baik, terutama untuk mendukung rencana pengembangan olahraga paralayang di kawasan tersebut.
"Kalau rencana ke depan, akan ada paralayang. Jadi nanti untuk pengunjung yang tidak bisa naik jalan kaki, kemungkinan akan disiapkan jasa transportasi ke atas," ujarnya.
Terkait jumlah pengunjung, Nikosius mengemukakan, saat awal dibuka secara gratis, kunjungan cukup ramai.
Namun sejak dua hari terakhir mulai diberlakukan tarif masuk.
Pihaknya masih memantau perkembangan jumlah wisatawan. Untuk tiket masuk, pengunjung dikenakan biaya Rp 5.000 per orang.
Sementara bagi yang ingin berkemah (camping) dikenakan tarif Rp 10.000 per orang per malam.
Biaya tersebut akan digunakan untuk operasional, perawatan, serta penambahan fasilitas di area puncak.
Ke depan, pengelola juga berencana menyediakan penyewaan tenda bagi pengunjung yang ingin berkemah namun tidak membawa perlengkapan sendiri.
Dukungan terhadap pengembangan wisata ini juga datang dari unsur pemerintah dan legislatif.
Beberapa waktu lalu, anggota DPRD, Camat, serta Kepala Desa sempat meninjau langsung lokasi, terutama saat kegiatan paralayang berlangsung.
"Dukungan ada, sangat mendukung. Hanya saja untuk anggaran masih dalam proses. Nanti kami juga akan mengajukan kebutuhan, seperti gazebo dan fasilitas penunjang lainnya," tambah Nikosius.
Selain itu, pengelola juga tengah mempersiapkan area landing (pendaratan) paralayang di sisi barat dan timur.
Saat ini titik take off (penerbangan) di puncak sudah tersedia, namun lokasi pendaratan masih dalam tahap perencanaan.
Sementara itu salah seorang pengunjung, Arif, mengaku Puncak Gunung Pagole sangat cocok dijadikan destinasi berlibur dan bersantai bersama keluarga maupun teman.
"Pemandangannya bagus, suasananya masih asri. Cocok untuk camping dan menikmati alam dari ketinggian," ujarnya.
Ia berharap ke depan fasilitas, seperti WC dan akses jalan bisa semakin ditingkatkan agar pengunjung lebih nyaman saat menuju hingga berada di puncak wisata tersebut. (dri)