• Minggu, 15 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kawasan Taman Titik Nol.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pedagang Taman Titik Nol Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan dagangan mereka sepi pembeli.

Salah seorang pedagang Taman Titik Nol, Sumiati mengatakan, tingkat kunjungan masyarakat ke Taman Titik Nol dinilai menurun.

Hal ini disebabkan beberapa hal, di antaranya banyak taman di Tenggarong dan kafe maupun wadah yang telah memiliki brand besar.

"Di Tenggarong ada Taman Musik, Taman Tanjong, Taman Super Hero dan lainnya. Terlebih wadah yang memiliki brand besar, seperti Janji Jiwa, Kopi Kenangan, Mi Gacoan dan lainnya," kata Sumiati kepada Kutairaya, Sabtu (14/2/2026).

Ia mengaku untuk saat ini pendapatan yang diperoleh sekitar Rp 200 ribu.

Sedangkan saat Taman Titik Nol ini diresmikan, pendapatannya bisa mencapai Rp 1 juta lebih.

"Jika pendapatan pedagang terus menurun, maka kami bingung dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga," ujarnya mengeluh.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan terobosan untuk memajukan pelaku usaha lokal, termasuk di Taman Titik Nol.

"Sehingga pendapatan pedagang bisa meningkat dan stabil. Karena sebagian pedagang sumber pendapatannya hanya berjualan di Taman Titik Nol," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Kecil Mikro (UKM) Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Santy Efendi menilai produk UMKM lokal ini juga tak kalah saing dengan brand yang terkenal.

Tapi UMKM lokal masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu kemasan, izin usaha dan lainnya.

"Kami komitmen melakukan peningkatan kapasitas pelaku maupun kualitas dari produk UMKM itu sendiri," ujar Santi.

Menurutnya, saat ini generasi milenial lebih cenderung untuk mengabadikan momen.

Sebenarnya hal ini bagian dari mempromosikan produk UMKM.

Maka itu, pelaku UMKM harus memiliki terobosan, dalam menarik perhatian konsumen.

"Pelaku UMKM harus punya inovasi dan sampaikan ke kami, apa yang bisa dibantu," ucapnya.

Dia berharap pelaku usaha lokal bisa naik kelas dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera. (Ary)



Pasang Iklan
Top