Infografis data Kemiskinan (Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Tiga kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki angka kemiskinan tertinggi.
Sementara angka kemiskinan di Kukar mencapai sekitar 6,72 persen.
Adapun kecamatan tersebut, di antaranya Kecamatan Tenggarong dengan angka kemiskinan 9,86 persen, Kecamatan Loa Janan sekitar 8,85 persen dan Kecamatan Muara Kaman 8,08 persen.
Data tersebut merupakan hasil pendataan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kukar pada 2025 lalu.
Camat Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso mengatakan, untuk menangani kemiskinan di Tenggarong terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait khususnya dalam memanfaatkan program yang ada.
"Masalah kemiskinan ini masalah kompleks, jadi setiap OPD memiliki tanggung jawab dalam menangani kemiskinan," kata Syukur kepada Kutairaya, Jum
Menurutnya, adapun indikator kemiskinan, yakni tak memiliki pendapatan tetap, tak memiliki pekerjaan, sanitasi kurang layak, rumah kurang layak dan lainnya.
"Kita terus berupaya menangani kemiskinan, sesuai dengan kewenangan pemerintah kecamatan," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Camat Loa Janan Heri Kusnadi.
Ia mengatakan, penanganan kemiskinan ini dilakukan secara komprehensif, bukan dilakukan masing-masing
"Dalam menangani kemiskinan melalui program pemerintah daerah," ujar Heri.
Pemerintah Kecamatan Loa Janan berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga pemerintah desa, untuk menekan angka kemiskinan.
Desa juga memiliki program Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dan lainnya.
"Ada juga pemberdayaan masyarakat, melalui program peternakan ayam petelur," ujarnya.
Penanganan kemiskinan ini menjadi komitmen pemerintah desa, kecamatan hibgga kabupaten, agar angka kemiskinan di Kukar, khususnya Kecamatan Loa Janan turun.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Rinda Desianti menjelaskan, akan mempelajari terkait penanganan kemiskinan di Kukar.
Kemiskinan di Kukar menjadi tantangan besar pemerintah daerah, untuk dapat menekan angka kemiskinan.
"Saya baru dilantik ini, harus mempelajari penanganan kemiskinan. Karena penanganan kemiskinan perlu strategi yang tepat, sehingga angka kemiskinan dapat ditekan," kata Rinda.
Menurutnya, faktor kemiskinan itu bukan berarti tak memiliki sumber pendapatan atau pekerjaan, tapi juga dipengaruhi oleh sektor pendidikan, lingkungan dan lainnya.
"Penanganan kemiskinan menjadi komitmen kami, ini sesuai dengan arahan Bupati Kukar untuk mengentaskan kemiskinan," ucapnya. (ary)