
Kantor BAZNAS Kukar.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana merekrut relawan untuk menghadapi lonjakan kegiatan selama bulan Ramadan 2026.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua IV BAZNAS Kukar, Sarjono Maksum, Kamis (29/1/2026).
Sarjono menjelaskan, kebutuhan relawan meningkat signifikan setiap Ramadan karena aktivitas BAZNAS bisa meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan hari biasa.
Kegiatan tersebut meliputi buka puasa bersama, penyaluran bantuan, hingga keterlibatan dalam safari Ramadan Bupati, DPRD, dan unsur Forkopimda.
“Biasanya dalam safari Ramadan itu ada santunan untuk asnaf (golongan) fakir miskin di setiap kecamatan atau desa yang sudah terpetakan. Nah, itu membutuhkan banyak tenaga, terutama di bagian penyaluran,” ujarnya.
Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, jumlah relawan yang direkrut masih sangat terbatas, berkisar antara 3-6 orang.
Untuk Ramadan 2026 ini, BAZNAS Kukar menargetkan 10 relawan, namun hingga saat ini baru 3 orang yang dinyatakan lolos seleksi awal, terdiri 2 perempuan dan satu laki-laki.
“Padahal kebutuhan kami lebih banyak tenaga laki-laki, terutama untuk penyaluran karena harus mengangkat paket bantuan, beras, dan sebagainya. Tapi yang mendaftar kebanyakan perempuan, total pendaftar sekitar 13 sampai 14 orang,” kata Sarjono.
Ia menambahkan, BAZNAS Kukar menetapkan kualifikasi minimal lulusan SMA, D3, D4, hingga S1, bahkan terdapat pendaftar dari jenjang S2.
Proses rekrutmen dilakukan secara daring dan dari mulut ke mulut (getok tular), dengan seleksi ringan agar relawan yang diterima benar-benar memiliki waktu luang dan kemauan belajar.
“Harapannya, kalau mereka nanti mumpuni dan aktif, saat ada rekrutmen resmi amil, bisa kami nominasikan,” tambahnya.
Terkait insentif, Sarjono menyebutkan BAZNAS Kukar telah mengusulkan skema insentif harian yang sebagian telah disetujui dalam rapat pleno.
Untuk lulusan SLTA direncanakan sebesar Rp 90.000 per hari, D3 Rp 100.000, D4 atau S1 Rp 110.000, dan S2 sekitar Rp 115.000 hingga Rp120.000, tergantung kehadiran dan absensi sidik jari.
Insentif tambahan juga akan diberikan untuk lembur, kegiatan akhir pekan, serta tugas lapangan, termasuk uang transportasi dan konsumsi.
Kendati demikian, Sarjono mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama.
“Antara keinginan besar dan kemampuan yang masih pas-pasan. Makanya insentif ini belum kami masifkan informasinya,” tuturnya.
Sementara itu Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengapresiasi peran BAZNAS Kukar yang selama ini dinilai aktif membantu pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
“BAZNAS dengan kepengurusan sekarang saya rasa sudah baik dalam berkolaborasi merealisasikan berbagai program pemberdayaan dan penyaluran ZIS (zakat, infak, sedekah) kepada masyarakat Kukar yang membutuhkan. Kami di DPRD siap mendorong agar kerja-kerja BAZNAS bisa lebih optimal dan maksimal ke depannya,” tuturnya. (Dri)