• Senin, 19 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Jalan usaha tani di Bukit Biru.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Infrastruktur pertanian di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih belum maksimal.

Pasalnya, ada jalan usaha tani di kawasan pertanian Bukit Biru, yang kondisinya masih tanah bebatuan.

Sehingga ini dapat menghambat petani dalam memasarkan hasil pertaniannya.

Salah seorang petani, Kaliman mengatakan, di kawasan pertanian Bukit Biru ini masih ada beberapa jalan usaha tani yang perlu perhatian pemerintah daerah, salah satunya kawasan pertanian di Banyumas.

"Ada sekitar 1 km jalan usaha tani yang perlu dilakukan peningkatan, terlebih pada akses jembatan. Karena saat ini jembatannya hanya menggunakan batang pohon kelapa," kata Kaliman kepada Kutairaya, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, akses jalan pertanian ini sangat miris dan membahayakan petani ketika kondisi cuaca hujan atau pasca hujan, saat membawa hasil panen maupun bertani.

"Jika jalan ini diperbaiki sendiri, maka petani tak sanggup. Karena memperbaiki jalan usaha tani biayanya cukup besar," ucapnya.

Dia berharap pemerintah daerah dapat segera memperhatikan jalan usaha tani di Bukit Biru.

Karena jalan usaha tani merupakan akses penting bagi petani, dalam memudahkan petani untuk memasarkan hasil panennya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasaranan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani mengatakan, para petani bisa menyampaikan permohonan ke Distanak Kukar.

Nantinya permohonan itu akan dilakukan verifikasi dan direalisasi melihat kemampuan keuangan daerah.

"Masih banyak infrastruktur pertanian di Kukar yang perlu perhatian, tapi itu semua kita perhatikan secara bertahap. Menyesuaikan anggaran daerah," ucap Rifani. (Ary)



Pasang Iklan
Top