• Sabtu, 05 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Bupati Kukar H. Rendi Solihin.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), H. Rendi Solihin menegaskan, komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar untuk memastikan Pasar Tangga Arung Square dapat beroperasi secara optimal dan ramai pengunjung, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rendi mengaku bersyukur pasar tersebut telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.

Namun di tengah euforia tersebut, pemerintah juga menaruh perhatian pada keberlanjutan dan eksistensi pasar ke depan.

“Kami ingin pasar ini ramai dan hidup. Karena itu, kami membuka berbagai peluang agar ruang-ruang kosong yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal dan menghasilkan PAD,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Ia menyebutkan sejumlah ruang akan dibuka untuk disewa, termasuk oleh BPD Kaltimtara, perusahaan jasa pengiriman, seperti JNT, perbankan, hingga pelaku usaha swasta yang ingin membuka kafe dengan standar nasional.

Selain itu, opsi penyelenggaraan bazar juga dibuka untuk masyarakat.

Pemkab Kukar saat ini tengah menyusun skema harga sewa dan kontrak investasi dengan jangka waktu yang bervariasi, mulai dari 5 hingga 20 tahun.

Menurut Rendi, kepastian durasi kontrak akan memengaruhi keseriusan investor dalam menanamkan modal dan kualitas usaha yang dibangun.

Lebih lanjut, Rendi menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menambah anggaran untuk pembangunan baru di Pasar Tangga Arung Square.

Anggaran hanya akan dialokasikan untuk penyelesaian fasilitas yang belum tuntas, seperti pedestrian dan jogging track.

“Nilai pembangunan pasar ini sudah sangat besar. Kalau ditambah lagi, tidak sesuai dengan hitungan bisnis. Fokus kita sekarang adalah menghidupkan pasar dan pedagang yang ada di dalam,” tuturnya.

Rendi juga menyoroti rendahnya tingkat hunian kios, di mana baru sekitar 10 persen pedagang yang aktif berjualan.

Ia menegaskan, pedagang yang tidak membuka lapaknya akan diberikan surat teguran.

Jika dalam satu bulan, khususnya menjelang Ramadan, kios tidak ditempati, maka akan ditarik kembali dan dialihkan kepada pedagang lain yang antre.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menyampaikan Pasar Tangga Arung Square merupakan fasilitas luar biasa yang merupakan hasil dedikasi pimpinan daerah sebelumnya dan dilanjutkan oleh kepemimpinan saat ini.

Ia menegaskan, pedagang yang telah menerima kunci kios diwajibkan segera berjualan.

Sesuai kesepakatan dengan Forum Pasar dan arahan pimpinan daerah, pedagang diberikan waktu satu minggu untuk membuka lapaknya.

“Kalau tidak berjualan, kios akan diambil kembali oleh pemerintah dan dialihkan kepada calon pedagang lain yang berminat,” katanya.

Sayid menambahkan, terdapat sekitar 200 calon pedagang yang menyatakan minat untuk berjualan di Tangga Arung Square.

Proses penggantian kios akan dilakukan secara bertahap melalui verifikasi ketat, termasuk penyesuaian zona dagang, kapasitas, kapabilitas, dan modal usaha calon pedagang.

“Yang mau berdagang harus benar-benar siap, punya modal dan kompetensi. Tujuan kita satu, pasar ini hidup dan menjadi pusat ekonomi baru di Tenggarong,” ucapnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top