ilustrasi virus (pinterest)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) mencatat 62 kasus Superflu Subclade K masuk ke Indonesia di 2025 kemarin.
Superflu Subclade K merupakan penyakit yang mudah menular.
Penularan itu melalui percikan ludah, batuk, bersin yang menyebar ke permukaan meja dan disentuh oleh orang lain.
Kasus itu bagian dari influenza A (H3N2) yang tengah melonjak di Amerika Serikat.
Virus dengan varian ini memang memiliki evolusi tinggi, mudah bermutasi, dan berpotensi menimbulkan epidemi, serta mengakibatkan pasien harus dirawat di rumah sakit.
Adapun gejalanya sama dengan influenza A pada umumnya, mulai dari demam tinggi, menggigil, sakit kepala, hingga sakit tenggorokan.
Jika didalami lebih lanjut, varian flu A H3N2 ini tidak bisa dideteksi secara klinis.
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar), Kusnadar belum bisa memastikan kasus tersebut sudah masuk ke Kukar atau belum.
Namun ia meminta seluruh masyarakat agar selalu waspada dan menjaga kesehatannya.
"Jangan sampai virus ini masuk Kukar. Ini menjadi tugas kita bersama, untuk menjaga kesehatan," kata Kusnandar kepada Kutaitaya, Jum
Ia menekankan, masyarakat harus menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagaimana yang dilakukan saat masa pandemi.
"Kuncinya adalah PHBS. Jika berada di kerumunan, gunakan masker. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan. Selain itu, jaga kebugaran dengan olahraga teratur," ucapnya. (ary)