
Salah Satu Bus Sekolah di Kukar hasil pengadaan Dinas Perhubungan Kukar.(Istimewa)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Proyek pengadaan bus sekolah di Kutai Kartanegara melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar akan kembali dilanjutkan. Pengadaan bus sekolah bukan diadakan tahun ini (2025-red), karena kondisi keuangan daerah lagi diterpa difisit anggaran. Proyek itu bakal direaliasikan tahun depan (2026-red).
Kepala Dinas Perhubungan Kukar, Junaidi mengatakan, pengadaan bus direncanakan bakal dilakukan tahun 2026. Terkait jumlahnya, pihaknya masih lakukan pemetaan. Yang jadi prioritas pengadaan bus diwilayah hulu Kukar, termasuk di Kecamatan Kota Bangun.
Tahun sebelumnya, Dinas Perhubungan Kukar telah sukses mengadakan 8 unit bus sekolah yang disebar ke desa, kelurahan dan ada yang ke kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Muara Badak, Desa Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu, Desa Muhuran, Desa Rapak Lambur, Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Loa Samboja, Kecamatan Kembang Janggut, Kecamatan Muara Jawa.
"Tahap awal berjalan baik, operasional ditanggung Dinas Perhubungan dan sekitar dua bulan lalu sudah keluar SK hibah untuk desa dan kelurahan yang ditandatangani oleh Bupati. Sementara yang kecamatan masih dalam proses, perpindahan aset dari Dishub ke kecamatan dan kecamatan yang mengelola. Jadi bus tersebut dihibahkan ke desa. Dan merekalah yang mengoptimalkannya," jelasnya.
Untuk memastikan pengelolaan bus ini berjalan dengan baik, Dishub Kukar tetap memonitor, melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan program ini. Bahkan sudah ada uji coba memasang aplikasi untuk memonitor operasional bus tersebut untuk mengetahui bus ini jalan atau tidak, kemudian berapa penumpangnya per hari. Tapi ini baru diterapkan di Kelurahan loa tebu.
"Angkutan pelajar baik di sungai atau darat akan dilanjutkan tahun ini. Dengan harapan membantu pelajar yang pergi ke sekolah dengan selamat," ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Camat Kota Bangun Abdul Karim menyebut baik program pemerintah khususnya untuk pelayanan angkutan pelajar. Melalui bantuan bus sekolah, yang saat ini diberikan kepada desa dan kecamatan yang membutuhkan. Untuk di Kota Bangun sendiri, sudah ada satu unit bus dengan kapasitas 30 orang.
"Namun karena banyak pelajar yang ingin ikut dalam bus tersebut, mengakibatkan over (kelebihan muatan). Kadang sampai 50 orang sekali jalan, padahal kapasitas hanya 30 orang," ungkapnya
Ia berharap kedepan bisa diberikan lagi bantuan bus, khususnya di Kota Bangun. Agar para pelajar tidak berebut saat mau pergi ke sekolah.
"Dan kami juga telah mengusulkan agar ada bantuan lagi, untuk memenuhi kebutuhan di Kota Bangun. Karena bus ini sangat membantu sekali, selain menghindari kecelakaan karena pelajar terkadang pakai motor tanpa helm. Bus ini juga memastikan pelajar sampai di sekolahnya dengan selamat," tutupnya. (dri)