
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Komisi III DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait masalah jalan hibah ex-PT. Hima kepada Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan. RDP tersebut berlangsung di Ruang Banmus DPRD Kukar pada Senin (29/7/24).
Permasalahan ini telah berlarut sejak tahun 2018, dimana masyarakat di KM 10 Loa Janan mengharapkan bantuan perusahaan untuk membangun badan jalan yang mempermudah akses ke kantor Desa Purwajaya. Hingga kini, belum ada kejelasan dari pihak perusahaan mengenai hal tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kukar, Saparuddin Pabonglean, menyatakan bahwa melalui RDP ini, pihaknya ingin menindaklanjuti permohonan masyarakat terkait pembukaan akses jalan yang dapat memangkas jarak tempuh dan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalan poros.
"Pada intinya, masyarakat meminta perusahaan untuk membangun akses jalan pendekat, yang merupakan jalan existing yang lama. Ada perjanjian sebelumnya bahwa perusahaan akan memastikan pembangunan jalan pasca aktivitas tambang di lokasi tersebut," ujar Saparuddin usai RDP.
Mediasi antara perusahaan dan masyarakat Desa Purwajaya akhirnya membuahkan solusi, meskipun terdapat dinamika dalam prosesnya. Perwakilan dari Kades, Camat, Perkim, OPD terkait, dan perusahaan sepakat untuk segera merealisasikan pembangunan jalan.
"Kami berharap agar segera dilaksanakan lebih cepat dan baik. Perusahaan meminta waktu paling lambat dua bulan, tetapi harapan kami adalah segera action jika sudah siap,"tambahnya.
Permintaan masyarakat tidak muluk-muluk, mereka hanya memerlukan badan jalan yang layak untuk dilewati, terutama untuk akses ke kebun dan ke desa. Jalan yang diusulkan memiliki panjang sekitar 2 km, yang akan mengurangi jarak tempuh dari 10 km menjadi hanya 2 km.
Saparuddin menekankan bahwa proses legalitas bisa berjalan beriringan dengan pelaksanaan pembangunan jalan. "Masyarakat perlu kepastian dan aksi nyata segera, karena masalah ini sudah berlarut selama lebih dari empat tahun. Perusahaan dan masyarakat harus saling memahami dan bekerja sama untuk menemukan solusi," tutupnya. (adv/dri)