
TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema
Ketua Panitia yang juga selaku Kabid Informasi Komunikasi Publik dan Kehumasan Diskominfo Kukar, Irene Yuriantini menjelaskan,
FGD yang dilaksanakan satu hari ini menghadirkan narasumber dari Kominfo yakni Helmi Hafid selaku koordinator kemitraan komunikasi publik direktorat jenderal tata kelola dan kemitraan komunikasi publik Kominfo RI dan Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo Kukar, Arianto.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kukar Dafip Hariyanto mengatakan, FGD ini selain melakukan diskusi interaktif juga dilakukan pengukuhan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kutai Kartanegara (Kukar)
"Karena selama ini KIM Kukar telah berperan aktif serta berkontributif di tengah-tengah masyarakat yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kukar. Sampai saat ini sudah terbentuk sebanyak 96 KIM yang tersebar di Kukar," tuturnya.
Terpisah, Asisten III Setkab Kukar Totok Heru Subroto yang membacakan sambutan Bupati Kukar mengungkapkan, saat ini dalam perspektif pembangunan daerah, dipahami bersama bahwa strategy dan arah kebijakan pembangunan pada hakikatnya adalah jawaban atas permasalahan dan potensi yang dimiliki.
"Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas wilayah sebesar 27.263 km², dengan distribusi penduduk yang terkonsentrasi pada wilayah tertentu, tidak merata, serta terdapat beberapa wilayah permukiman yang tidak dapat diakses oleh jalan darat serta diperparah dengan kondisi infrastruktur dasar yang tertinggal dari daerah sekitarnya, maka Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memahami bahwa pembangunan akan berjalan lambat jika seluruh kekuatan yang kita miliki tidak dapat dioptimalkan secara terstruktur, holistik dan gradual," paparnya.
Ia menambahkan, salah satu point strategis yang harus kita optimalkan adalah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menangkap hal ini sebagai sebuah peluang yang harus dioptimalkan dalam mengatasi kendala aksesibilitas yang dialami.
"Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam RPJMD Kutai Kartanegara 2021-2026, telah berkomitmen untuk menjadikan Kutai Kartanengara sebagai daerah dengan layanan informasi dan telekomunikasi yang baik atau ”Kukar Tanpa Blank Spot” khususnya pada daerah-daerah permukiman, pusat pelayanan ekonomi dan pemerintahan desa, hal ini diikuti pula dengan penguatan kecamatan sebagai pusat data dan informasi, yang dapat memberikan pelayanan data secara terintegrasi dalam sistem pemerintahan yang saling terkait," Jelasnya.
Ia mengaku, Program-Program tersebut tentunya tidak dapat berjalan dengan sukses, jika tanpa adanya kolaborasi dan sinergisitas antar stakeholders secara masif dan berkesinambungan.
"Seiring dengan hal tersebut, kebijakan-kebijakan terkait peningkatan kualitas layanan informasi merupakan trigger atau pematik perwujudan misi KUKAR IDAMAN yang kedua, yaitu pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, unggul dan berbudaya, yakni dengan melalui kemudahan mendapat informasi, yang selanjutnya merubah informasi tersebut menjadi ilmu pengetahuan, yang diikuti dengan terciptanya sebuah maha karya dalam proses peningkatan taraf hidup masyarakat yang lebih baik," terangnya.
Sehingga lanjutnya, informasi adalah kata kunci dalam proses pembangunan manusia di Kabupaten Kutai Kartanegara sesuai tuntutan jaman.
"Hari ini tentunya adalah momentum kita untuk membangun sebuah kesepahaman bersama, yang diikuti dengan rencana dan tindakan nyata sesuai dengan kapasitas dan kewenangan yang kita miliki, hal ini penting, mengingat telah menjadi konsensus, bahwa tak ada satupun program di era saat ini yang dapat berjalan dengan baik tanpa sinergi dan kolaborasi, oleh karenanya optimalkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, gunakan konsep adopsi, replikasi dan modifikasi terhadap praktek-praktek baik dan sukses yang telah dilakukan dalam suatu jejaring kemitraan yang efektif, dalam suasana yang kondusif dan produktif," tutupnya. (One/Adv)