• Selasa, 23 April 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Dalam rangka antisipasi bahaya kebakaran, sebanyak 30 orang petugas Lapas Tenggarong lakukan in house training penggunaan alat pemadam kebakaran (APAR) dan penanganan kebakaran di Lapas Tenggarong bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 bentuk yaitu penyampaian teori dan praktek lapangan.

"Kegiatan ini sebagai upaya jajaran Lapas Tenggarong dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas SDM dalam penanganan kebakaran," ujar Agus Dwirijanto Kalapas Tenggarong saat membuka kegiatan, Sabtu (18/9/2021).

Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini mulai pukul 08.30 sampai dengan 12.00 wita di awali dengan penyampaian materi oleh Abdul Kadir JFT Ahli Madya BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Sumber kebakaran itu ada 3 hal, yaitu api, udara dan bahan. Dalam penanganannya harus memperhatikan titik api dan arah mata angin dan yang terpenting tidak gegabah sehingga tahapan-tahapan penanganan nya bisa maksimal," jelasnya

Ditambahkan pula bahwa pentingnya melakukan pengecekan tabung APAR secara berkala guna memastikan kesiapan dan fungsi alat tersebut bekerja dengan baik jika terjadi kebakaran.

"Kami menyambut baik kegiatan ini dan jika dikemudian hari akan dilakukan pelatihan lanjutan kami siap membantu," imbuhnya

Setelah penyampai materi selama 1 jam dilanjutkan dengan simulasi dan praktek yang bertempat di halaman kantor Lapas Tenggarong.

Dalam simulasi tersebut, disampaikan cara melakukan pemadaman api menggunakan kain basah dan APAR.

Agus Dwirijanto mengucapkan terimakasih kepada pihak BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara yang berkenan memberikan pelatihan.

"Saya berharap sinergitas dan komunikasi ini tidak hanya sebatas pelaksanaan pelatihan namun bisa ditingkatkan dalam bentuk kerjasama yang implementasi nya dapat berupa pembuatan panic button di lapas yang langsung terkoneksi dengan pihak BPBD dan instansi terkait lainnya," pungkasnya. (One)

Pasang Iklan
Top