
Ketua PD Muhamadiyah Kukar Yamin Hadi.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Peran tokoh agama dalam membina umat dan memperkuat karakter masyarakat terus menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial di Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah satu figur yang aktif menjalankan peran tersebut adalah Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kukar, Yamin Hadi.
Yamin mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kukar, setelah terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) Muhammadiyah tahun 2022 di Tenggarong.
Ia akan memimpin organisasi tersebut hingga 2027.
Dalam perjalanan organisasinya, Yanin bukan sosok baru di Muhammadiyah.
Ia telah lama berkecimpung di berbagai posisi, mulai dari Wakil Ketua Bidang Olahraga dan Seni, bendahara, hingga akhirnya dipercaya sebagai ketua.
“Di Muhammadiyah, proses pemilihan dilakukan melalui formatur. Dari sejumlah calon dipilih 9 orang, kemudian ditentukan siapa yang menjadi ketua,” tuturnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menerangkan struktur kepemimpinan Muhammadiyah di tingkat daerah, terdiri dari unsur pimpinan yang melibatkan hasil Musda, tambahan unsur karena kebutuhan organisasi, serta keterlibatan Pimpinan Daerah Aisyiyah.
Sebagai organisasi berbasis dakwah, Muhammadiyah bergerak dengan landasan amar ma’ruf nahi mungkar.
Implementasinya diwujudkan melalui berbagai amal usaha, seperti bidang pendidikan, sosial, hingga keagamaan.
“Amal usaha kami mencakup sekolah, pesantren, kegiatan sosial, hingga masjid sebagai sarana dakwah kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Muhammadiyah juga memiliki organisasi otonom yang menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pemuda, di antaranya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci, hingga Hizbul Waton.
Yanin menyebut, peran organisasi otonom tersebut sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah sejak dini.
“Melalui pendidikan dan pembinaan, kami berupaya membentuk karakter generasi muda agar memiliki akhlak yang baik,” katanya.
Saat ini, Muhammadiyah Kukar telah membentuk 14 cabang dari total 20 kecamatan.
Meskipun belum merata, aktivitas dakwah tetap berjalan aktif melalui pengajian rutin yang digelar bergiliran di tiap cabang.
Menurut Yamin, semangat kader di daerah menjadi sumber motivasi tersendiri dalam menjalankan organisasi, meskipun tantangan geografis kerap dihadapi.
“Jarak yang jauh memang melelahkan, tetapi itu bukan keluhan. Justru menjadi penyemangat kami dalam berdakwah,” ucapnya.
Ia menambahkan, Muhammadiyah Kalimantan Timur memiliki moto yang menjadi pegangan bersama, yakni “Bersatu hati, berjuang dengan gembira, meraih rida Allah”.
Dalam perkembangannya, Muhammadiyah Kukar juga terus mendapatkan kepercayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Dari sejumlah cabang yang ada, sebagian besar telah memiliki amal usaha berupa sekolah dengan jumlah peserta didik yang terus meningkat.
“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah cukup baik,” tuturnya.
Yamin berharap ke depan Muhammadiyah Kukar dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, dengan dukungan dari pemerintah daerah serta berbagai pihak.
“Harapan kami, Muhammadiyah terus bergerak ke arah yang lebih baik, membina umat, dan membangun karakter generasi muda,” ujarnya.
Perjalanan Yamin sendiri mencerminkan dedikasi panjang dalam dunia dakwah.
Lahir di Jawa Barat dan menempuh pendidikan di Jakarta, ia mulai aktif sejak remaja di lingkungan masjid.
Kariernya sebagai aparatur sipil negara membawanya ke Banjarmasin, sebelum akhirnya menetap di Tenggarong sejak 2002.
Meskipun sempat vakum, ia kembali aktif di Muhammadiyah sekitar 2012 dan langsung dipercaya mengemban amanah sebagai pengurus.
Sejak saat itu, kiprahnya terus berkembang hingga kini memimpin Muhammadiyah Kukar.
Dengan pengalaman dan semangat dakwah yang dimiliki, Yamin menjadi salah satu tokoh agama yang berperan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan pembangunan karakter masyarakat di Kukar. (Dri)