
Jalan rusak di Rantau Hempang.(Dok. Warga Nurmawati)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Warga Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan akses infrastruktur jalan yang rusak parah.
Ada sekitar 26 kilometer (km) jalan di Rantau Hempang yang mengalami kerusakan, dengan kondisi berlubang dan bebatuan.
Jalan tersebut menghubungkan antardesa Rantau Hempang-Benua Puhun-Lekaq Kidau hingga Kecamatan Muara Kaman-Sebulu-Tenggarong.
Salah seorang warga Desa Rantau Hempang, Nurmawati mengatakan, jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat, tapi hingga saat ini tak kunjung dilakukan perbaikan.
"Akibat jalan yang rusak ini dapat menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas. Tak sedikit warga atau pengendara sepeda motor terjatuh," kata Nurmawati kepada Kutairaya, Senin (16/3/2026).
Ia mengemukakan, ketika hujan turun atau setelah hujan, jalan tersebut sangat licin, sehingga menghambat akses masyarakat, baik menuju fasilitas kesehatan, pendidikan atau pusat perbelanjaan.
Menurutnya, jika jalan itu tak kunjung diperbaiki, maka bisa mengakibatkan meningkatnya biaya operasional, khususnya bagi jalur distribusi.
"Di Rantau Hempang ini ada petani, perikanan dan lainnya. Jika jalan rusak juga bisa mempengaruhi harga hasil panen," ujarnya.
Dia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan perbaikan jalan di Rantau Hempang ini.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Linda Juniarti menjelaskan, di 2026 ini belum ada alokasi anggaran untuk perbaikan jalan rusak di Rantau Hempang.
Perbaikan itu belum dilakukan karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
"Banyak infrastruktur jalan di Kukar yang rusak ringan, sedang dan berat. Kita ingin memperbaiki, tapi tak memiliki anggaran lebih, sehingga melakukan pekerjaan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," tutur Linda.
Ia menyampaikan, di 2026 ini ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan jalan sekitar Rp 3 milliar, yang difokuskan di Desa Selerong-Bloro dan beberapa ruas jalan di Tenggarong. (Ary)