• Sabtu, 21 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kue Jendral Mabuk Khas Kutai di Pasar Tangga Arung Square.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Bulan Ramadhan menjadi momen yang tepat bagi warga Kutai, khususnya di Kalimantan Timur, untuk menikmati jajanan khas tradisional.

Salah satunya adalah kue Jenderal Mabuk, yang kini kembali ramai diburu sebagai takjil untuk berbuka puasa.

Jajanan ini dikenal karena harganya yang terjangkau dan mudah ditemukan di berbagai pasar maupun pedagang keliling di kota maupun daerah. Meski namanya terdengar unik, kue Jenderal Mabuk tetap digemari banyak orang.

Asal-usul nama kue ini pun cukup menarik. Konon, istilah Jenderal Mabuk berasal dari cerita seorang prajurit zaman dahulu yang ketagihan makan kue tradisional ini. Kata mabuk di sini bukan berarti memabukkan, melainkan sekadar istilah karena rasa kue yang membuat ketagihan.

Kue ini memiliki ciri khas rasa pandan yang lembut, meski kini tersedia dalam berbagai varian rasa lainnya.

Emi Suryanati, salah satu pedagang kue Jenderal Mabuk di Pasar Ramadhan Tangga Arung Square mengatakan, untuk minat masyarakat terhadap jajanan ini cukup banyak.

"Minatnya banyak, ya, terutama di bulan Ramadhan. Saya juga menyediakan berbagai varian rasa, tidak hanya pandan. Dengan harga sekitar Rp 10 ribu, pelanggan sudah bisa membeli satu porsi. Biasanya saya membawa beberapa loyang, dan hampir habis terjual. Jadi saya terus mengganti loyang agar stok ada," ujarnya di pada Kutairaya.com, Jumat (20/2/2026).

Hal ini juga dirasakan oleh salah seorang pembeli Nabil Halim mengaku senang bisa menemukan kue ini di pasar Ramadan.

"Saya jarang makan jajanan ini. Waktu saya mencari takjil di Pasar Ramadan Tangga Arung Square, saya lihat kue ini, jadi sedikit nostalgia karena khas Kutai. Rasanya enak dan unik, cocok sebagai takjil," imbuhnya.

"Kue Jenderal Mabuk sangat rekomendasi yang wajib dicoba, terutama bagi masyarakat Tenggarong dan sekitarnya," tukasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top