• Selasa, 17 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Tempat Pemakaman Umum Kelambu Kuning.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Jelang Ramadan 2026, Kuburan Muslimin Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami peningkatan pengunjung.

Pasalnya, di Kuburan Muslimin ini, ada pemakaman ulama , yaitu Muhammad Bin Yahya, yang diberi gelar oleh Aji Sultan Alimudin, pada masa kerajaannya.

Salah seorang peziarah dari Samarinda, Yuliawati mengatakan, pemakaman Kelambu Kuning ini dikenal sebagai wadah wisata religi, karena terdapat sejumlah pemakaman Kesultanan Kutai Kartanegara.

Setiap kali berkunjung ke Tenggarong, ia menyempatkan diri berziarah ke Makam Kelambu Kuning atau pemakaman Museum Mulawarman.

"Ziarah ini bertujuan untuk mengirim doa yang ditujukan kepada pendahulu kita, kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Yuliawati kepada Kutairaya.com, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, ziarah ini juga sebagai meminta izin untuk menginjakkan kaki di tanah Kutai, termasuk di Kecamatan Tenggarong.

"Kami berharap, pemakaman Kelambu Kuning ini terus dijaga dan pemerintah daerah bisa menjadwalkan secara rutin, untuk melakukan ziarah bersama dalam memanjatkan doa," ujarnya.

Sementara itu Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, M Saidar menjelaskan, pemakaman Kelambu Kuning ini merupakan Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

"ODCB ini karena adanya pemakaman Kesultanan di Kelambu Kuning dan sering dikunjungi oleh wisatawan sebagai wadah wisata religi," kata Saidar.

"Di momen tertentu, peziarah bisa mencapai 1.000 orang ke Makam Kelambu Kuning," tuturnya.

Ia menerangkan, pemakaman Kelambu Kuning sering dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.

Sehingga pihaknya terus berupaya untuk menetapkan pemakaman Kelambu Kuning sebagai Cagar Budaya.

"Kami sudah melakukan peninjauan, untuk saat ini masih ODCB, tapi akan kita tetapkan sebagai cagar budaya," ucapnya. (Ary)



Pasang Iklan
Top