• Selasa, 17 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Anggota DPRD Kukar Muhammad Idham.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pengembangan wisata Puncak Gunung Pagole di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Anggota DPRD Kukar, Muhammad Idham menilai kawasan tersebut memiliki prospek besar sebagai destinasi wisata alam unggulan di wilayah hulu Kukar.

Menurut Idham, selain panorama alam yang menarik, lokasi Gunung Pagole tergolong mudah diakses karena berada tidak jauh dari jalan utama.

Hal ini dinilai menjadi modal penting dalam menarik minat wisatawan, terlebih jika dikemas dengan kegiatan olahraga dirgantara, seperti paralayang.

“Potensinya sangat bagus. Tinggal bagaimana kita fasilitasi sarana dan prasarana pendukungnya, termasuk jika ingin dikembangkan untuk event paralayang agar lebih dikenal luas,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Ia mengatakan, kehadiran kegiatan paralayang sebelumnya telah memberikan dampak positif terhadap kunjungan masyarakat.

Warga dari sejumlah desa sekitar mulai berdatangan untuk menikmati pemandangan atau sekadar bersantai di puncak.

Selain itu, geliat kunjungan wisata juga membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat untuk berjualan makanan dan minuman.

“Kalau pengunjung ramai, otomatis UMKM bergerak. Ini yang kita harapkan, wisata tumbuh, ekonomi masyarakat ikut meningkat,” katanya.

Dari sisi fasilitas, pemerintah desa disebut telah membangun toilet umum serta melakukan pembenahan akses jalan menuju lokasi.

Ke depan, DPRD mendorong adanya tambahan fasilitas, seperti gazebo, area istirahat, dan penataan lahan yang lebih representatif untuk menunjang aktivitas wisata.

Selain puncak utama, kawasan perbukitan di sekitarnya juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai jalur pendakian dan wisata petualangan.

Ketersediaan sumber air bersih di area tersebut menjadi keunggulan tambahan bagi pengunjung.

Sementara itu, Kepala Dusun Mulia Harapan, Nikosius Kuang mengatakan, pengunjung cukup ramai saat awal pembukaan yang digratiskan.

Namun, sejak diberlakukan tarif masuk Rp 5.000 per orang dan Rp 10.000 per orang per malam untuk camping, pihaknya masih mengevaluasi perkembangan jumlah wisatawan.

“Retribusi ini untuk biaya operasional, perawatan, dan penambahan fasilitas. Kami juga berencana menyediakan penyewaan tenda bagi pengunjung,” tuturnya.

Nikosius menambahkan, dukungan dari pemerintah dan DPRD sudah terlihat melalui kunjungan langsung ke lokasi beberapa waktu lalu.

Untuk penganggaran fasilitas tambahan, hal itu masih dalam proses pengajuan.

Dengan dukungan berkelanjutan dan pengelolaan yang baik, Gunung Pagole diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata andalan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Tanjung Harapan dan sekitarnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top