• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Taman Musik Kota Raja.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kukar, dimana Kecamatan ini bukan sekedar kota sejarah. Kecamatan ini memiliki destinasi wisata yang amat beragam, mulai dari wisata budaya, edukasi, alam terbuka, bahkan wisata kuliner, tak heran jika Tenggarong menjadi salah satu tujuan wisatawan yang berkunjung ke Kukar.

Kabid Destinasi Wisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta, mengatakan, minat wisatawan luar daerah untuk berkunjung ke Tenggarong masih terbilang baik, terutama karena kita memiliki wisata budaya dan sejarah, bahkan hiburan.

Banyak tempat wisata yang ada di Kecamatan Tenggarong dan sampai saat ini terus eksis. Salah satunya Taman Tanjung. Setiap harinya, taman ini selalu dikunjungi masyarakat, termasuk pengunjung dari luar Tenggarong, terutama pada weekend. Bahkan pada awal hadir, antusias pengunjung sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas.

Kemudian tepat di samping Taman Tanjung terdapat Taman Titik Nol yang memiliki konsep yang berbeda. Taman ini dikelilingi oleh pelaku UMKM dan sering dipadati pengunjung, khususnya anak-anak muda untuk bersantai menikmati UMKM yang ada, Taman Titik Nol juga rutin menampilkan pertunjukan seni yang digelar setiap Rabu malam.

Tak jauh dari dua taman tersebut, terdapat taman yang baru diresmikan dengan konsep yang mirip dengan Teras Samarinda, yakni Taman Musik Kota Raja.

Taman ini baru diresmikan beberapa bulan lalu dan terus mendapatkan antusias masyarakat. Sesuai dengan namanya, taman ini menampilkan berbagai patung musik tradisional serta dilengkapi berbagai fasilitas. Pada malam Minggu, Taman Musik Kota Raja rutin menghadirkan penampilan band-band lokal untuk menghibur pengunjung.

Selain itu, terdapat pula taman yang berada di kawasan pasar yang baru terbentuk, yakni Taman Superhero. Taman ini diisi dengan patung-patung superhero populer seperti Iron Man, Superman, dan karakter lainnya yang dikenal melalui film. Kehadiran taman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak, terutama saat orang tua berbelanja di pasar.

Ketiga taman tersebut dapat dinikmati secara gratis tanpa biaya. Tapi, pengunjung tetap diwajibkan mematuhi peraturan yang ada, seperti tidak merokok di area taman serta menjaga dan tidak merusak fasilitas umum.

Untuk lokasi, Taman Tanjung dan Taman Titik Nol berada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Panji. Sementara Taman Musik Kota Raja berlokasi di Jalan Parman, Kelurahan Melayu, dan Taman Superhero berada di kawasan Pasar Tangga Arung Square, Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu.

Selain itu, terdapat tempat wisata yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara yakni Museum Mulawarman.

"Kalau untuk target utama kunjungan wisatawan ke Tenggarong, unggulannya di Museum Mulawarman," ujar Ridha pada Kutairaya.com di Tenggarong, Rabu (28/1/2026).

Museum Mulawarman menjadi destinasi yang hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan wisatawan. Museum ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, mulai dari benda pusaka, artefak kerajaan, hingga koleksi bernilai sejarah tinggi lainnya.

Di tempat ini, wisatawan diajak untuk mengenal perjalanan panjang Kerajaan Kutai Kartanegara dari masa ke masa. Tapi demi menjaga kelestarian koleksi, pengunjung hanya diperbolehkan melihat tanpa menyentuh benda-benda bersejarah tersebut.

Museum Mulawarman berlokasi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong. Museum ini buka setiap hari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA, khusus hari Jumat buka pukul 09.00 hingga 11.00 WITA.
Harga tiket pun terjangkau, untuk WNI dewasa berkisar Rp10 ribu, WNA Rp15 ribu, Pelajar Rp5 ribu, Anak TK dan balita gratis.

Setelah menikmati wisata sejarah, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan ke Ladaya Kukar. Destinasi ini menyuguhkan suasana alam terbuka yang tenang dan damai, cocok untuk melepas lelah.

Selain konsep alamnya yang indah, Ladaya juga dilengkapi berbagai wahana permainan seru seperti flying fox, sepeda gantung, hingga paintball. Selain itu, tersedia kubu-kubu tempat beristirahat dengan desain sederhana namun estetik yang berjejer di sekitar area danau.

"Di Ladaya, wisatawan bisa merasakan ketenangan alam danau, tapi tetap ada hiburan yang membuat pengunjung betah," ucapnya.

Ladaya Kukar berlokasi di Jalan Datar Wanyi, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong. Tempat wisata ini buka pukul 09.00 hingga 17.00 WITA, dengan tiket masuk Rp20 ribu untuk semua umur.

Selain itu, di sekitar kawasan Museum Mulawarman, terdapat juga tempat wisata yaitu Planetarium Jagad Raya, destinasi wisata edukasi yang banyak dikunjungi rombongan sekolah. Di sini, anak-anak dan wisatawan dapat belajar tentang luar angkasa, planet, dan benda langit lainnya.

Tak hanya melalui teori, pengunjung juga bisa melihat langsung luar angkasa menggunakan alat-alat yang disediakan. Keberadaan Planetarium Jagad Raya memberikan dampak positif yang besar, khususnya bagi edukasi anak-anak.

Setelah berkeliling di matahari terbit, kini terdapat wisata kuliner yang selalu hadir pada malam Minggu, yaitu Simpang Odah Etam (SOE), SOE ini terletak di samping Museum Mulawarman, di sepanjang jalan ini dipenuhi lapak atau stand kuliner dari pelaku UMKM lokal Kukar.

Berbagai makanan dengan harga terjangkau bisa dinikmati oleh pengunjung. Uniknya, wisata kuliner ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni dari pelaku seni atau komunitas seni di Kukar.

"SOE gratis, tidak ada biaya tiket masuk, dan antusias masyarakat selalu besar," sebutnya.

Selain itu, rekomendasi destinasi wisata yang harus dikunjungi lainnya seperti Pulau Kumala yang berada di seberang Sungai Mahakam.

Tempat ini menawarkan pemandangan yang indah dan suasana yang tenang. Di Pulau Kumala, pengunjung dapat melihat ikon khas Kutai Kartanegara seperti Patung Lembuswana, serta menikmati banyak wahana permainan. Untuk tiket masuk Pulau Kumala dibandrol Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak.

Setelah berkeliling di berbagai tempat, kini Tenggarong juga memiliki destinasi unik yang menyimpan sejarah sekaligus edukasi, di Museum Kayu Tua Himba.

Museum ini terletak di Jalan Anggana, Kelurahan Panji, di sini kita disuguhkan pada benda-benda bersejarah dahulu kala, dimulai dari kayu serta warisan budaya.

Di museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai barang kuno yang terbuat dari kayu, perabotan tradisional, hingga benda-benda yang pernah digunakan pada zaman dulu. Kemudian terdapat koleksi hewan yang diawetkan, termasuk dua buaya yang dulunya pernah memakan korban. Buaya-buaya ini kini menjadi ciri khas museum.

Untuk harga tiket masuk pun terjangkau. Untuk orang dewasa Rp5 ribu, sedangkan anak-anak Rp3 ribu.

Ridha menegaskan, untuk pengembangan pariwisata Tenggarong tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Saat ini, banyak destinasi wisata yang dikelola langsung oleh kelompok masyarakat di sekitar Tenggarong.

"Pariwisata itu tidak bisa dilihat hanya satu titik atau satu kecamatan saja, tapi harus dilihat sebagai satu kawasan yang saling terhubung," pungkasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top