
Penampilan musik Takeru di Taman Titik Nol hari Rabu, (24/12/2025) malam. (Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Suasana Taman Titik Nol Tenggarong semakin hidup setiap Rabu malam Kamis, karena diisi dengan musik daerah hingga lagu pop yang selalu menemani para pengunjung yang datang.
Hiburan tersebut dipersembahkan oleh Grup Musik Takeru, yang rutin tampil untuk menghibur masyarakat di Taman Titik Nol.
Pembina Grup Musik Takeru, Abdul Ghaffar menjelaskan, Takeru ini telah dibentuk sekitar dua tahun lalu atau 2023 dan berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.
"Takeru ini awalnya dibentuk untuk mengumpulkan para seniman, khususnya seniman seni rupa di Kukar. Karena kami melihat seni rupa di Kukar ini mulai berkurang, maka kami berusaha mengumpulkan kembali para seniman," ujar Abdul Ghaffar di Taman Titik Nol , Rabu (24/12/2025) malam.
Nama Takeru sendiri merupakan singkatan dari Talent Kesah Rupa. Dalam perjalanannya, kemudian dibentuk Takeru Band sebagai salah satu penunjang kegiatan seni tersebut.
Takeru Band selalu membawakan berbagai genre musik, mulai dari lagu-lagu daerah Kutai, lagu pop, hingga kolaborasi dengan talenta seni lainnya.
"Takeru ini memfasilitasi kegiatan seni dan kami adakan setiap malam Kamis. Kalau malam Minggu kosong, kami juga siap mengisi. Tujuannya untuk menghidupkan Taman Titik Nol," jelasnya.
Keberadaan Takeru Band juga memberikan dampak bagi para pelaku UMKM di sekitarnya. Dengan adanya hiburan musik, pengunjung semakin ramai dan aktivitas ekonomi pun ikut bergerak.
Saat ini, jumlah anggota Takeru mencapai 12 orang, dengan usia rata-rata di atas 45 tahun, bahkan ada yang berusia sekitar 50 tahun. Meski begitu, Takeru tetap bersemangat untuk terus berkarya.
"Tantangan pasti ada, seperti hujan atau talent yang berhalangan karena sakit. Tapi selebihnya kami tetap jalan terus dan tetap eksis," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Disdikbud Kukar yang telah menyediakan ruang dan fasilitas bagi Takeru untuk terus berkegiatan.
"Kami ingin anak-anak muda terus berkarya, jangan biarkan seni tradisional kita hilang. Seni harus terus ditampilkan dan dijaga," tukasnya. (*zar)