
Ilustrasi Program KB. (Istimewa)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan bahwa program keluarga berencana (KB) tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan sosial, tetapi juga memiliki dimensi moral dan spiritual yang kuat.
Menurutnya, perencanaan keluarga sejatinya sejalan dengan ajaran agama yang menekankan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari hal-hal yang merugikan, baik secara duniawi maupun ukhrawi.
"Karena ini bagian dari perintah agama, sebagaimana ayatnya jelas: Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Jadi program ini sebenarnya adalah implementasi dari ayat tersebut," ujar Yani, pada Senin (10/11/2025).
Ia menjelaskan, esensi dari program KB bukan hanya mengatur jumlah anak, tetapi juga bagaimana membangun keluarga yang sakinah, sejahtera, dan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, serta berakhlak mulia.
"Tujuan utamanya adalah menciptakan keluarga yang bahagia dan berintegritas, bukan semata soal jumlah," tambahnya.
DPRD Kukar, kata Yani, berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan dan pelaksanaan program KB di daerah. Dukungan legislatif akan diberikan, terutama dalam hal penganggaran dan pengawasan agar program benar-benar berjalan optimal dan tepat sasaran.
"Harus optimal. Jangan hanya berhenti di sosialisasi, tapi benar-benar menyentuh masyarakat," tegasnya.
Yani menilai, nilai-nilai keagamaan dapat menjadi dorongan kuat bagi masyarakat untuk ikut serta dalam program KB. Dengan pemahaman spiritual yang benar, masyarakat akan menyadari bahwa perencanaan keluarga bukanlah hal yang bertentangan dengan ajaran agama, melainkan bagian dari tanggung jawab moral.
"Kalau keluarganya terencana dengan baik, maka anak-anak pun bisa tumbuh sehat dan bahagia," tutupnya. (adv)