• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dispora Kutai Kartanegara



Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni.(Andri Wahyudi/kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Warisan budaya tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dihidupkan kembali. Semangat inilah yang kini diusung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui inisiatif baru yang memadukan unsur budaya dan olahraga dalam satu wadah yang dinamis dan inklusif.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan zona khusus olahraga tradisional yang akan mulai diwujudkan tahun ini. Zona tersebut dirancang sebagai ruang publik yang dapat menjadi sarana masyarakat untuk berolahraga sekaligus melestarikan permainan khas daerah, seperti menyumpit dan bergasing, yang kini mulai kembali diminati.

"Minat terhadap olahraga tradisional makin terasa. Kami melihat peluang besar untuk menghidupkan kembali budaya ini melalui pendekatan yang modern dan inklusif," ujar Ali Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, olahraga tradisional memiliki nilai yang lebih luas dibanding sekadar aktivitas fisik. Ia menilai kegiatan tersebut sarat dengan makna edukatif dan nilai sosial, karena mampu membentuk karakter, menumbuhkan sportivitas, serta mempererat hubungan antarwarga.

"Ini bukan hanya soal fisik, tapi juga warisan leluhur. Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, mengenal jati dirinya lewat aktivitas yang menyenangkan dan menyehatkan," tegasnya.

Dispora Kukar berencana memanfaatkan ruang-ruang publik strategis seperti taman kota, kawasan stadion, dan area terbuka lainnya sebagai lokasi utama zona olahraga tradisional ini. Dengan langkah tersebut, kegiatan olahraga berbasis budaya diharapkan dapat diakses lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari agenda besar Dispora Kukar dalam membangun ruang olahraga yang inklusif dan inovatif. Tak hanya untuk kalangan atlet atau pelajar, program ini juga menyasar masyarakat umum dari berbagai usia dan latar belakang.

"Olahraga adalah ruang bersama. Dengan menambahkan nuansa budaya lokal di dalamnya, kami ingin menjadikannya sebagai sarana pemersatu dan penguat identitas daerah," ucapnya.

Ali menambahkan, kehadiran zona olahraga tradisional diharapkan dapat menjadi magnet baru kegiatan masyarakat, sekaligus ruang untuk menumbuhkan semangat kebersamaan yang berakar pada nilai-nilai lokal Kutai Kartanegara.

"Semoga langkah ini menginspirasi masyarakat untuk lebih mencintai budaya sendiri, dan menjadikan olahraga tradisional sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang membanggakan," pungkasnya. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top