• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Sekdakab Kukar Sunggono.(Foto: Ridwan/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono berharap, program 1 Desa 1 Dai kedepan juga dibekali dengan kemampuan dasar untuk menyelenggarakan jenazah, atau memandikan jenazah.

Hal ini mengingat semakin berkurangnya petugas untuk mengurus dan memandikan jenazah karena saat ini yang ada rata-rata usianya sudah tua.

"Yang jadi keluhan sebagian besar dari masyarakat kita adalah berkurangnya petugas penyelenggara jenazah atau yang memandikan mayat, " ujar Sunggono kepada awak media usai melantik Dewan Hakim MTQ tingkat Kabupaten Kukar ke 46, Sabtu (25/10/2025).

Sunggono mengatakan, di Kukar sebenarnya ada program 1 Desa 1 Hafiz, dan 1 Desa 1 Dai lanjutan dari program Kukar Idaman kemarin.

Maka lanjutnya, pihaknya berencana mencoba memodifikasi dengan cara memberikan kemampuan, potensi tambahan khususnya bagi para Dai di program tersebut.

"Yang mungkin para Dai nantinytidak hanya bisa ceramah dan tidak hanya bisa menjadi khatib saja, tetapi juga memiliki kemampuan dasar untuk misalnya menyelenggarakan jenazah, fardhu kifayah. Kemudian bisa juga mungkin nanti memberikan doa pada acara-acara keagamaan lain yang biasa berlangsung di masyarakat. Jadi ketika masyarakat itu ada kegiatan keagamaan yang memang ada syariatnya, mereka bisa dilibatkan di situ," terangnya.

Sementara itu, untuk program 1 Desa 1 Hafiz dan 1 Desa 1 Dai saat ini sudah angkatan keenam. Setiap desa ada program tersebut, tapi saat ini memang ada beberapa desa dari catatan Kabag Kesra yang terlapor belum ada sama sekali program tersebut.

"Meskipun sudah ada upaya-upaya dari kita semua termasuk dari KUA untuk mencari masyarakat yang mau ikut program tersebut, sekaligus untuk memotivasi dan mengedukasi. Melihat siapa yang berpotensi, tapi memang ternyata susah juga mencari Ustadz. Kalau mencari pejabat yang mau menjadi Camat, banyak yang mau masuk. Tapi jadi kiai, jadi pemandu jenazah masih banyak yang tidak mau," tutupnya. (One/Adv)



Pasang Iklan
Top