• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Edy Muhammad Nur, Direktur Bumdes Mekar Sejati, Desa Saliki.(Foto: Ridwan/KutaiRaya)


KUKAR, (KutaiRaya.com) : Saat ini pembangunan Desa menjadi prioritas dan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan diarahkan ke Desa, dengan tujuan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa semakin meningkat.

Desa memiliki banyak potensi yang jika dikelola dengan maksimal dapat memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Oleh karena itu dibutuhkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lembaga yang secara profesional mengatur dan mengelola potensi desa.

Salah satunya di Desa Saliki Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, yang telah memiliki BUMDes Mekar Sejati yang berdiri sejak 2017 lalu.

"BUMDes ini sudah didirikan sejak 2017, tapi aktifnya baru ditahun 2019 karena diawal BUMDes kami masih berproses, artinya dalam dua tahun pertama kami masih mencari usaha apa saja yang pas untuk pengembangan BUMDes ini," ujar Edy Muhammad Nur, Direktur Bumdes Mekar Sejati, kepada KutaiRaya.com di Desa Saliki, Rabu (1/10/2025).

Edy Muhammad Nur mengatakan, saat ini sudah banyak jenis usaha yang dilakukan BUMDes Mekar Sejati, seperti sarana penyediaan air bersih, pengadaan barang ke perusahaan Pertamina terdekat, angkutan untuk kelapa sawit dan lainnya.

"Terakhir omset kami mencapai Rp 350 juta, itu kotornya, dan pendapatan bersihnya sekitar Rp 150 juta, karena keuntungan kami juga ada untuk disetor ke pendapatan Desa sekitar Rp 45 juta, kemudian untuk gaji pengurus dan anggota BUMDes, dan ada juga sebagian disimpan untuk penyertaan modal usaha untuk kegiatan BUMDes lainnya," terangnya.

Ia mengaku, jenis usaha yang paling banyak nilai pendapatannya terdapat pada usaha angkutan kelapa sawit dan pengadaan barang ke perusahaan.

"Jadi setiap pendapatan yang ada kita subsidi silang untuk usaha lainnya yang sudah jalan, seperti penyediaan air bersih ini karena memang untuk harga jual ke masyarakat sangat murah dibawah harga PDAM," sebutnya.

Khusus untuk usaha penyedia air bersih lanjutnya, selain untuk kebutuhan masyarakat di 4 RT, juga kami ada usaha turunanya yakni Depo air isi ulang.

Sementara bantuan dari perusahaan yakni PT Pertamina Hulu Sanga-sanga (PHSS) khusus untuk usaha sarana penyediaan air bersih ini, yang pertama PHSS membantu mengebor karena sumber air ini dari sumur bor, kemudian membuat instalasi di tempat ini.

"Ditahun 2019, PHSS juga membantu pemasangan KWH gratis dan beberapa pemasangan pipa distribusi air ke rumah-rumah masyarakat. Berkat pengembangan usaha ini kami juga meraih penghargaan dari pemerintah provinsi, yakni juara III Kelompok Pengelola Sarana Pengelola Air Minum (KPSPAM)," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan setiap jenis usaha BUMDes ini, karena peran BUMDes sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat.

"Pengembangan BUMDes sejatinya merupakan penguatan terhadap ekonomi Desa, dengan memanfaatkan ragam jenis potensi di setiap Desa, agar bermanfaat untuk meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Desa," tandasnya. (One/Adv)



Pasang Iklan
Top