• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pekerjaan Umum Kutai Kartanegara



Pembangunan jembatan Jongkang.(Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemerintah Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyambut baik atas pembangunan Jembatan Jongkang oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar.

Menurut Kepala Desa Jongkang, Suriansyah jembatan tersebut sangat dibutuhkan, mengingat jembatan sebelumya hanya menggunakan Ramp Door dan dinilai sangat membahayakan bagi masyarakat maupun pengendara, apalagi ketika hujan tiba.

"Kami menyambut baik atas pembangunan jembatan tersebut. Pembangunan ini juga merupakan komitmen pemerintah daerah atas aspirasi masyarakat untuk membangun jembatan yang permanen," ucap Suriansyah, kepada Kutairaya, Selasa (30/9/2025).

Sementara jembatan itu menghubungkan antara Desa Jongkang dan Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, bahkan Kota Samarinda.

Pembangunan jembatan itu pastinya memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat, di antaranya pertumbuhan ekonomi dan mempermudah akses masyarakat menuju kota Samarinda maupun Samarinda ke Kukar.

"Pembangunan jembatan ini memberikan manfaat, karena jalan ini merupakan jalan alternatif yang sangat cepat jika menuju Samarinda atau sebaliknya ke Kukar," jelasnya.

Dia berharap pembangunan jembatan itu bisa segera rampung agar akses masyarakat lebih nyaman dan aman.

Sementara itu Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono menjelaskan, progres pembangunan jembatan itu telah mencapai sekitar 90 persen.

Tahapan pekerjaan saat ini sedang membangun oprit atau penghubung jarak pendekat jembatan ke badan jalan.

"Pekerjaan pembangunan jembatan Jongkang hampir rampung, kami pastikan pekerjaan itu segera tuntas," ujar Wiyono.

Sejauh ini proses pembangunan jembatan tak mengalami kendala yang signifikan.

Namun kendala itu hanya akses mobilisasi masyarakat yang saat ini menggunakan akses buka tutup satu jalur.

"Kami pastikan, meskipun akses buka tutup tak mengganggu pekerjaan tersebut. Tapi penyedia kami minta untuk lebih berhati-hati," katanya.

Selain itu, penyedia juga harus dapat memperhatikan spesifikasi teknis terhadap perencanaan awal pembangunan.

Sehingga pembangunan itu bisa tepat sasaran dan usianya bisa lebih lama.

"Kami terus melakukan pengawasan agar penyedia tetap memperhatikan spesifikasi teknis. Kami menghindari adanya temuan ketika dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

Dia berharap adanya pembangunan jembatan ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Pasalnya, akses ini merupakan jalan alternatif yang menghubungkan sejumlah daerah. (adv/ary)



Pasang Iklan
Top