
Acara Penyerahan Penyerahan Penghargaan Pekan Inovasi dan Kreativitas Daerah Kukar 2025.(Foto: Andri Wahyudi/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pekan Inovasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi ajang pembuktian kreativitas dan komitmen perangkat daerah, kecamatan, maupun desa dalam menghadirkan gagasan baru demi meningkatkan pelayanan publik.
Pada kegiatan yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar tersebut, sejumlah desa dan kecamatan berhasil masuk nominasi serta memperoleh penghargaan atas inovasi yang mereka ciptakan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyambut baik capaian tersebut. Ia menilai keterlibatan desa dan kecamatan dalam ajang inovasi ini menunjukkan bahwa semangat berkreasi semakin tumbuh di tingkat pemerintahan terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Alhamdulillah, kami melihat ada beberapa desa dan kecamatan yang juga masuk nominasi bahkan mendapatkan penghargaan. Ini menandakan teman-teman di desa maupun kecamatan berpartisipasi aktif dalam menciptakan inovasi. Tentu ini sangat menggembirakan, karena mereka mampu merumuskan konsep yang bisa mempermudah pelayanan di tingkat desa dan kecamatan,” ungkap Arianto Selasa (23/9/2025).
Menurutnya, pencapaian tersebut harus menjadi penyemangat agar desa dan kecamatan semakin inovatif. Ia berharap ajang ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga menjadi motivasi bagi perangkat desa lainnya untuk melahirkan gagasan yang bermanfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapannya, prestasi ini bisa mendorong mereka bekerja lebih baik lagi dan menjadi teladan bagi desa maupun kecamatan lainnya. Ke depan, kami ingin agar seluruh desa di Kukar terdorong membuat inovasi, khususnya inovasi pelayanan masyarakat yang lebih baik, cepat, dan efektif,” tambahnya.
Sebagai perangkat daerah yang membina desa, DPMD Kukar terus berkomitmen mendukung setiap langkah kreatif desa dan kecamatan. Dukungan itu diwujudkan melalui pendampingan, fasilitasi, serta berbagai program pemberdayaan yang memberi ruang bagi lahirnya inovasi.
Arianto menegaskan, inovasi tidak harus berupa program besar, tetapi bisa lahir dari ide sederhana yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Inovasi itu kuncinya ada pada kebermanfaatan. Tidak harus rumit, yang penting bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Itulah yang selalu kami dorong,” tegasnya.
Dengan semakin banyaknya desa dan kecamatan yang aktif menciptakan inovasi, DPMD Kukar optimistis pelayanan publik di tingkat desa akan semakin berkualitas. Selain mempercepat pelayanan, inovasi juga diyakini mampu memperkuat kemandirian desa sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Melalui Pekan Inovasi Pemerintahan Daerah ini, Pemkab Kukar berharap lahir lebih banyak ide-ide segar dari desa dan kecamatan, sehingga pembangunan dan pelayanan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. (Dri/Adv)