
Proses pengecekan mata oleh Klinik Mata SMEC Kota Samarinda di Gg.8 Jalan DR. Sutomo, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Jumat (12/09/2025).(Foto:Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Klinik Mata SMEC Samarinda bekerja sama dengan Masjid Al-Falah, di Gg. 8, Jl. Dr. Sutomo, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, mengadakan kegiatan Bakti Sosial Pemeriksaan Mata Gratis bagi masyarakat umum, Jum
Kehadiran Klinik mata SMEC ditengah masyarakat mendapat apresiasi oleh warga sekitar Gg. 8. Menghadirkan pelayanan pengecekan mata gratis, antusiasme masyarakat berdatangan menuju tempat kegiatan.
Diperkirakan, sekitar 50 warga mendatangi tempat pelayanan kesehatan mata tersebut. Salah satu warga yang mengikuti Ariyanto Sulistiyo mengatakan, jika kehadiran SMEC sangat membantu masyarakat dalam mengetahui kualitas penglihatannya saat ini.
“Kami terima kasih kepada SMEC yang sudah mau memberikan pelayanan kesehatan mata. Karena kita ketahui bersama, terkadang warga acuh terhadap kesehatan baik diri maupun lingkungan,” ucapnya.
Nampak warga yang hadir, ialah mayoritas lansia yang ingin mengetahui kualitas penglihatan di usia senja. Untuk itu, Ariyanto berharap, kegiatan pelayanan kesehatan dapat terus dilakukan kepada masyarakat, terkhusus lansia.
“Saya berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut, tidak hanya mata, mungkin bisa pelayanan kesehatan yang lain,” harapnya.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Klinik Mata SMEC Samarinda, bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mata masyarakat. Tidak hanya itu, pelayanan pemeriksaan mata gratis ini juga merupakan bagian dari kontribusi kesehatan sosial yang diemban oleh Klinik SMEC Samarinda.
Ahmad Ihsanul Hakim, Marketing Klinik Spesialis Mata SMEC Samarinda saat diwawancarai mengatakan, Klinik SMEC memang memiliki program pengabdian masyarakat yang bekerjasama dengan rumah ibadah atau komunitas masyarakat.
"SMEC memiliki program yang langsung menyasar kepada pelayanan kesehatan masyarakat. Kami berkunjung ke rumah ibadah bahkan komunitas masyarakat,” ungkap Ihsanul Hakim.
Menurutnya, kondisi masyarakat terkhusus lansia membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih intens, terutama pada sektor penglihatan.
“Terkadang ada masyarakat yang lansia mau bepergian itu susah, karena mungkin penglihatan yang mulai rabun. Sehingga kami memberikan fasilitas, setidaknya dapat mengetahui kalau memang ada masalah di matanya,” jelasnya.
Dirinya juga menyebutkan, jika permasalahan mata yang paling umum diderita oleh lansia ialah katarak. Selain itu, permasalahan juga terjadi pada saraf mata dibagian retina.
Ihsanul Hakim turut mengimbau kepada masyarakat, untuk menjaga penglihatan mata dengan menggunakan kaca pelindung saat berkendara.
“Yang pertama kalau sedang berkendara dapat menggunakan kaca pelindung atau kacamata, biar kalau ada debu atau serpihan kecil tidak masuk ke mata,” imbaunya.
Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan, dapat mempengaruhi fungsi penglihatan. Terlalu lama menatap layar gadget juga akan memberikan efek buruk terhadap penglihatan.
Untuk itu, dirinya berharap agar pengabdian kesehatan kepada masyarakat dapat terus dilakukan. Terutama untuk membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan penglihatan. (*Abi)