• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Disdikbud Kutai Kartanegara



Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto.(foto:rohman)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan seluruh sekolah di daerah ini semakin siap melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2025.

Hal inii seiring dengan tersedianya perangkat teknologi dan jaringan yang mendukung pelaksanaan asesmen secara serentak.

Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menuturkan bahwa sebagian besar sekolah di Kukar sudah memiliki perangkat komputer dan Chromebook untuk pelaksanaan ANBK. Meski demikian, ada beberapa titik sekolah yang masih membutuhkan penguatan jaringan internet.

"Kalau online, hasil asesmen langsung masuk server pusat. Sedangkan untuk sekolah dengan keterbatasan jaringan bisa menggunakan sistem semi-online. Data disimpan di server lokal, lalu dikirim saat jaringan stabil," jelas Pujianto, Kamis (21/8/2025).

Menurutnya, fleksibilitas sistem ini memudahkan sekolah menyesuaikan kondisi di lapangan. Dengan begitu, seluruh sekolah tetap dapat mengikuti asesmen nasional tanpa kendala berarti.

Pujianto menegaskan, ANBK bukan hanya soal teknis ujian, tetapi juga bagian penting dari pemetaan mutu pendidikan.

"Yang diukur itu bukan nilai anak, melainkan rapor sekolah dan pemerintah daerah. Hasilnya jadi bahan evaluasi dan perencanaan pendidikan," tegasnya.

Selain asesmen kompetensi minimum, sekolah juga melaksanakan survei lingkungan belajar. Survei ini mencakup semua jenjang, termasuk PAUD. Meski anak-anak PAUD tidak ikut asesmen, guru tetap wajib mengisi survei untuk menggambarkan kondisi pembelajaran.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, sekolah-sekolah kini tengah menggelar gladi bersih. Tahap ini tidak hanya menguji kesiapan perangkat dan jaringan, tetapi juga memberi kesempatan siswa beradaptasi dengan sistem berbasis komputer.

"Dengan gladi bersih, anak-anak terbiasa dulu. Jadi nanti saat asesmen utama berlangsung, mereka lebih percaya diri," ujar Pujianto.

Oleh akrennya itu, tujuan utama asesmen bukan untuk menakut-nakuti siswa, melainkan membantu pihak sekolah untuk mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperbaiki.

"Kita ingin pendidikan di Kukar terus meningkat. ANBK ini menjadi alat ukur agar pemerintah daerah bisa menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran," pungkasnya. (adv)



Pasang Iklan
Top