
Kantor DPRD Kukar.(Foto:Indri)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat diversifikasi ekonomi guna mengurangi ketergantungan pada Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor sumber daya alam (SDA) seperti batu bara dan kelapa sawit.
Anggota DPRD Kukar, Akbar Haka, mengatakan, ketergantungan yang terlalu tinggi pada SDA membuat keuangan daerah rentan jika harga komoditas global menurun atau kuota produksi dibatasi.
"Kalau DBH collapse, APBD kita akan stuck. Karena itu perlu langkah strategis untuk mencari sumber pendapatan lain yang lebih berkelanjutan," ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Menurutnya, sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif perlu menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun ke depan. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Akbar menyebutkan, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang emas bagi Kukar untuk memasarkan potensi wisatanya. Sejumlah kawasan sudah mulai dipetakan untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan.
"Dengan IKN di depan mata, wisatawan potensial akan lebih banyak. Kalau dikelola dengan baik, pariwisata bisa menyerap tenaga kerja sekaligus meningkatkan pendapatan daerah," jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Menurutnya, petani harus dibekali dengan teknologi pascapanen dan akses pasar yang memadai agar nilai jual produk meningkat.
"Jangan hanya menjual bahan mentah. Kita harus mendorong produk olahan yang punya nilai tambah tinggi," tegasnya.
Akbar menambahkan, RPJMD ke depan akan menjadi pedoman utama atau “kitab suci” pembangunan daerah, sehingga arah kebijakan harus jelas dan fokus pada sektor yang memiliki dampak jangka panjang.
"Kalau kebijakan kita tepat, Kukar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada SDA. Ekonomi kita akan lebih tahan terhadap guncangan," pungkasnya. (adv)