• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Disdikbud Kutai Kartanegara



Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariani.(Foto:Rohman)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Digitalisasi menjadi kekuatan utama bagi SMP Negeri 3 Tenggarong dalam memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.

Pendekatan ini berhasil mengantarkan sekolah tersebut meraih posisi tiga besar pada Lomba Perpustakaan Sekolah tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariani, menyampaikan bahwa digitalisasi perpustakaan bukan lagi hal baru, melainkan kebutuhan mutlak dalam pendidikan saat ini.

"Kegiatan digitalisasi sudah menjadi rutinitas kami. Setiap bulan data perpustakaan diperbarui, ada evaluasi berkala, dan hasilnya pun terlihat nyata," ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Sekolah menyediakan 1.007 Chromebook yang dipinjamkan gratis kepada siswa, serta dilengkapi 44 papan tulis digital. Chromebook hanya dapat diakses melalui akun belajar, sehingga penggunaannya lebih terkontrol.

Untuk mendukung akses internet yang lancar, setiap kelas dilengkapi lima router dengan rasio satu router untuk sepuluh siswa. Ditambah 13 titik wifi berkecepatan 200 Mbps yang menjaga kestabilan koneksi selama pembelajaran berlangsung.

Sariani menambahkan, jika perangkat mengalami kerusakan, siswa hanya perlu mengembalikannya ke sekolah dan langsung mendapat pengganti karena Dinas Pendidikan sudah menyiapkan stok cadangan.

Inovasi lain yang dihadirkan adalah lorong literasi, galeri, dan zona literasi yang tersebar dari kelas 1 hingga 14, yang dirancang khusus untuk mengakomodasi 1.700 siswa di sekolah ini.

Perpustakaan juga menjadi pusat kegiatan kreatif dengan adanya fasilitas podcast yang membahas beragam topik literasi dan budaya.

Meski teknologi membawa kemudahan, tantangan tetap ada, seperti beberapa siswa yang memanfaatkan perangkat untuk bermain game. Untuk mengatasi hal ini, SMPN 3 Tenggarong bekerja sama dengan Diskominfo untuk mengawasi penggunaan perangkat.

Selain literasi digital, sekolah juga menerapkan pembelajaran coding sejak 2023 sesuai program dari Kementerian. Bahkan, karya animasi siswa sudah dipamerkan hingga ke Jepang.

Sariani menegaskan, keberhasilan inovasi ini tak lepas dari dukungan penuh Dinas Pendidikan Kukar yang menyediakan perangkat, jaringan internet, dan pelatihan guru.

"Guru-guru kami 100 persen bersertifikat internasional Google, sehingga mampu memaksimalkan pembelajaran digital di kelas," tutupnya. (adv)



Pasang Iklan
Top