
Anggota DPRD Kukar Ahmad Akbar Haka Saputra.(Andri Wahyudi/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Anggota DPRD Kukar, Ahmad Akbar Haka Saputra berharap agar program pemerintah yakni stimulus Rp 100 juta bagi pelaku ekonomi kreatif dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Akbar menekankan bahwa stimulusnya ini apakah dia berdasarkan prestasi atau seperti apa mekanismenya. Karena pelaku ekraf itu ada 17 subsektor. Jadi khawatirnya salah sasaran, dan kalau salah sasaran ibaratnya memberi motor balap dengan cc tinggi ke pembalap yang tidak mahir. Sehingga pilihannya bisa nabrak dan sia-sia.
"Karena khawatirnya kita tidak tahu Rp 100 juta stimulus itu diberikan itu seperti apa, proses seleksinya. Kemudian monitoringnya seperti apa dan berapa jumlah APBD kita yang digelontorkan," ujar Akbar, Jumat (8/8/2025).
Untuk itu program ini harus di kawal bersama, terutama proses monitoringnya. Kemudian apakah dia tepat sasaran atau tidak. Dan yang keduanya mungkin ada syarat pendidikan.
"Mungkin beasiswa kita beberapa persennya itu bisa dialihkan kepada stimulasi, untuk beasiswa profesi. Jadi sertifikasi profesi," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa spesifikasi profesi, dan bagaimana proses, mekanisme, pemberian stimulasinya, seleksinya seperti apa, dan bagaimana cara monitoringnya di depan, mungkin itu yang harus diterapikan.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengungkapkan, bantuan atau stimulus Rp 100 juta bagi pelaku ekraf ini merupakan salah satu program Kukar Idaman Terbaik, yang tercantum di dalam visi dan misi Bupati Kukar. Melalui program "Kukar Idaman Terbaik", ia siap mendukung para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kukar.
"Kami pastikan bahwa melalui Kukar Idaman Terbaik untuk para pelaku ekraf, ada bantuannya sebesar Rp 100 juta. Saya juga meminta program ini dikawal agar berjalan dengan baik dan bisa dirasakan manfaatnya," tutup Aulia. (dri)