• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPMD Kutai Kartanegara



Presentasi Produk Unggulan dari Kukar.(Foto:Istimewa)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dua desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil lolos mewakili kabupaten dalam Presentasi Lomba Produk Unggulan Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2025.

Desa Lung Anai di Kecamatan Loa Kulu dan Desa Muara Badak Ulu di Kecamatan Muara Badak, tampil percaya diri dalam ajang yang digelar secara daring pada 1–2 Juli 2025 lalu. Masing-masing membawa produk andalan mereka cokelat dan olahan buah nipah hasil kreasi warga yang berangkat dari potensi lokal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari komitmen Kukar untuk terus membina dan mendorong desa-desa menggali potensi khas yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi.

"Kita ingin desa-desa di Kukar tak hanya dikenal karena letaknya, tetapi juga karena produknya. Seperti cokelat khas dari Desa Lung Anai dan olahan buah nipah dari Muara Badak Ulu yang saat ini masuk tingkat provinsi. Ini bukti bahwa desa mampu bersaing dan memberi dampak nyata," kata Arianto, Sabtu (5/7/2025).

Arianto menekankan bahwa produk unggulan desa dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi warga. "Kalau dikelola dengan baik, bisa meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja, dan memberi manfaat yang berkelanjutan," jelasnya.

Pemilihan dua desa tersebut tidak sembarangan, karena seleksi dilakukan berdasarkan keunikan produk, potensi pasar, dan keberlanjutan produksinya. Mereka menonjol karena punya nilai tambah dan kekhasan lokal yang kuat.

Di Desa Lung Anai, menampilkan produk cokelat LA menjadi. Produk olahan kakao lokal ini kini semakin dikenal dan digemari karena cita rasanya yang khas dan proses pengolahannya yang dilakukan langsung oleh warga.

"Kami berharap, kiprah dua desa ini bisa menginspirasi desa-desa lain di Kukar untuk terus berinovasi dan percaya diri memasarkan produk unggulannya. Inilah wajah baru pembangunan desa. Dari tangan masyarakat, lahirlah kebanggaan dan kemajuan yang sesungguhnya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Muara Badak Ulu, Ruslan Effendi, menuturkan produk olahan nipah yang menjadi andalan mereka. Melalui UKM Cahaya Mentari, warga berhasil mengembangkan empat produk berbahan dasar nipah: briket dari batok, teh dari daun, tepung dari buah, hingga garam dari sari nipah.

"Pohon nipah yang dulunya hanya dianggap tanaman liar, kini jadi sumber penghasilan. Satu pohon bisa menghasilkan banyak produk. Kami bantu dengan alat, pelatihan, dan promosi. Semua murni dari ide dan kerja keras masyarakat," ungkap Ruslan.

Inovasi ini tidak hanya mengangkat nama desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, terutama karena wilayah Muara Badak Ulu berada di pesisir dan kaya akan tanaman nipah. (DRI/ADVDPMDKUKAR)



Pasang Iklan
Top