
SMPN 2 Tenggarong yang terletak di Jl. Pateh Kota No.2, RT.10, Mangkurawang, Kec. Tenggarong.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (Kutairaya) Pembentukan karakter siswa melalui berbagai program dan kegiatan sekolah menjadi bagian fokus yang dilakukan jajaran Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tenggarong.
Kepala Sekolah SMPN 2 Tenggarong Yunus mengatakan salah satu program pemerintah melalui Kukar Idaman yaitu Gerakan Etam Mengaji (Gema).
"Semisal waktu dzuhur,yang beragama Islam kami melaksanakan sholat sedangkan yang non Islam atau nasrani itu kami kumpulkan di ruangan untuk dibimbing terkait alkitab,"ujar Yunus pada Kutairaya.com diruang kerjanya ,Senin (7/7/2025).
Setelah itu, setiap jenjang kelas diwajibkan membaca Al Quran setelah melakukakn sholat Dhuha . “Jadi setiap jenjang kita akan pilah dimulai dari kelas 7 di hari Selasa,kelas 8 hari Rabu dan kelas 9 hari Kamis,setelah mereka lancar membaca Al Quran kita akan melakukan hafalan surah surah,”ucapnya.
Ia berpesan kepada para guru untuk sebelum mulai proses mengajar diwajibkan menayangkan video Asmaul Husna untuk dibacakan secara bersama sama.
"Kami selalu berpesan dan mengingatkan kepada guru untuk selalu menayangkan video asmaul husna melalui papan tulis digital,"sebutnya.
Ia menjelaskan selain Gema,program yang diterapkan untuk membentuk siswa dalam menjaga kebersihan diri maupun lingkungan adalah Gerakan Aksi Berbudaya dan Lingkungan (Gasbel).
"Setiap mau masuk sekolah,seluruh siswa maupun guru jika terdapat sampah diwajibkan dipungut dan dimasukan dalam tong sampah,selain itu setiap seminggu sekali para siswa diwajibkan membersihkan ruang kelas,dari program ini anak anak bisa membentuk karakter dalam kebersihan,"ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan setiap dua kali dalam sebulan akan dilakukan program bebas kendaraan bahan bakar dilingkungan SMPN 2 Tenggarong ."Setiap dua kali dalam sebulan para guru maupun siswa tidak boleh membawa kendaraan berbahan bakar,kemudian kita akan kelilingg sekitar sekolah untuk memungut sampah dipinggir jalan," katanya.
SMPN 2 Tenggarong memiliki alat alat untuk mendaur ulang sampah,s eperti sampah organik akan dijadikan pupuk kompos cair maupun padat, sedangkan sampah norganik akan dijadikan krya kerajinan siswa."Dua Kali dalam sebulan itu akan diiisi dengan membuat keterampilan atau karya dari siswa, jadi dihari itu tidak ada pelajaran hanya ada keterampilan, kemudian sampah yang tidak bisa dijadikan karya kerajinan akan kita kunpulkan dan kita jual di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kukar,"paparnya.
Ia berharap dengan adanya program tersebut bisa menjadi bekal siswa yang berada di SMPN 2 Tenggarong. "Bekal yang kami berikan adalah bagaiamna karakter disiplin itu menjadi pilar,dan harapan saya terkait program keagaaman tidak hanyak dilakukan di sekolah melainkan diluar sekolah,"tutupnya. (*zar)