• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-12 tingkat Kecamatan Tenggarong resmi dibuka pada Senin (16/6/2025) di Lapangan Sepakbola Desa Rapak Lambur. Pembukaan dilakukan langsung oleh Camat Tenggarong, Sukono, dan diikuti oleh 12 kelurahan dan 2 desa dengan total peserta mencapai 194 orang.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri para lurah, kepala desa, para peserta lomba, serta ratusan masyarakat yang memadati area kegiatan. Rangkaian MTQ diawali dengan Pawai Ta’aruf pada pagi hari, yang menampilkan kekompakan dan kreativitas dari masing-masing kontingen peserta.

Camat Tenggarong, Sukono, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dan masyarakat. Ia berharap kegiatan MTQ ini berjalan lancar dan tertib hingga selesai.

“Seluruh kafilah diharapkan mengikuti lomba sesuai jadwal, agar MTQ ke-12 ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat besar dalam pembinaan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Menurut Sukono, format pelaksanaan MTQ tahun ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Semua kegiatan dilaksanakan dengan mengacu pada standar pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten, mulai dari cabang-cabang lomba hingga acara pendukung lainnya.

Koordinator Seksi Musabaqah, Rahmat Riadi, menjelaskan bahwa terdapat 9 cabang lomba dalam MTQ kali ini, dengan kategori anak-anak, remaja, dan dewasa. Total peserta yang terdaftar sebanyak 194 orang, termasuk 3 peserta dari kategori Cacat Netra (Canet).

Selain itu, 22 dewan hakim telah ditunjuk untuk menilai secara objektif seluruh perlombaan yang berlangsung hingga 20 Juni 2025.

Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, selaku tuan rumah kegiatan, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menargetkan juara umum, meskipun mengirimkan peserta terbanyak dengan jumlah 29 orang. Menurutnya, fokus utama adalah pembinaan dan pengenalan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Banyak warga kami yang masih awam dengan kegiatan seperti MTQ. Karena itu, saya ingin menjadikan momen ini sebagai pembelajaran dan motivasi bagi anak-anak kami untuk mencintai Al-Qur’an sejak dini,” ujarnya.

Muhammad Yusuf juga berharap bahwa ke depan, peserta dari desanya benar-benar murni berasal dari Rapak Lambur. Menurutnya, hal ini penting sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan di tingkat desa, tanpa harus mengandalkan peserta dari luar.

“Ini adalah tahun ketiga saya mengikuti MTQ tingkat kecamatan, dan baru kali ini dilaksanakan di desa kami. Saya berharap bisa terus mendampingi anak-anak agar semangat dalam belajar dan mengikuti lomba secara sportif,” ungkapnya.

MTQ ke-12 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga sarana syiar dan pembinaan generasi Qur’ani di Kecamatan Tenggarong. (Dri/Adv)



Pasang Iklan
Top