
Plt. Kepala Diarpus Kukar Rinda Desianti
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar), terus berkomitmen dalam mendukung peningkatan literasi di Kukar melalui berbagai program dan kolaborasi lintas instansi.
Plt. Kepala Diarpus Kukar Rinda Desianti mengatakan bahwa salah satu dukungan terhadap peningkatan literasi adalah melalui lomba perpustakaan desa yang saat ini sedang digalakkan.
"Memang tidak secara langsung ditangani oleh Dinas Kearsipan (Diarpus), tetapi untuk pengumumannya kami meminta bantuan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) agar bisa disebarluaskan ke desa-desa," jelas Rinda Minggu (11/5/2025).
Ia menegaskan bahwa perpustakaan desa harus memenuhi sejumlah kriteria, salah satunya memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), bukan sekadar ruang baca seadanya. Selain program lomba perpustakaan, Rinda juga tengah menjajaki berbagai kerja sama strategis guna membangun ekosistem literasi yang lebih kuat.
"Kami berdiskusi mengenai strategi membangun ekosistem literasi, salah satunya melalui pembangunan kafe literasi di perpustakaan,"ungkapnya.
Menurut Rinda, pendekatan inovatif ini bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang lebih menarik dan interaktif bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Kesbangpol Kukar juga berupaya menghidupkan kembali program literasi kreatif seperti podcast, kegiatan mendongeng, dan penyediaan konten edukatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Program-program ini diharapkan dapat menjangkau generasi muda serta meningkatkan minat baca di berbagai kalangan.
Rinda juga menekankan pentingnya pengembangan Taman Pintar sebagai ruang edukatif, bukan sekadar tempat rekreasi.
"Kami ingin Taman Pintar memuat konten-konten literasi yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, perikanan, dan isu lingkungan," katanya.
Pengembangan ini sedang dalam tahap perencanaan dan diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat.
Sebagai langkah jangka panjang, Rinda berencana mengajukan permohonan kepada Bupati Kukar untuk pembangunan depo arsip dan perpustakaan yang representatif.
"Depo arsip harus dibangun dengan perencanaan matang, mulai dari luas bangunan, suhu ruangan, hingga ketahanan arsip untuk jangka panjang, bahkan sampai 50 tahun ke depan," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM, khususnya arsiparis yang ada di Dinas Kearsipan maupun di OPD-OPD lain. Menurut Rinda, pengelolaan arsip yang baik akan sangat menentukan efisiensi dan akuntabilitas kerja birokrasi di masa depan.
"arapan kami, nantinya depo arsip dan perpustakaan bisa dibangun dalam satu kawasan agar terintegrasi. Gerakan membaca buku secara manual kini mulai digalakkan kembali, dan kami ingin terus mendorong kebiasaan ini tumbuh di tengah masyarakat," tutupnya. (adv/dri)