
Kepala Sekolah dari SDN 009 Tenggarong Normaningsih
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pelaksanaan Asesmen Akhir Siswa (AAS) untuk siswa kelas 6 SD di Kukar telah berlangsung dengan lancar, AAS ini dilaksanakan dari Senin (5/5/2025) hingga Sabtu (10/5/2025).
"AAS ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 5 sampai 10 Mei 2025. Total ada 479 sekolah dasar dan lebih dari 13.000 siswa mengikuti asesmen ini. Baik sekolah negeri maupun swasta," ungkap Plt. Kabid SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Nurkhalis kepada Kutairaya.com, Jumat (9/5/2025
Ia menjelaskan, AAS ini dilakukan dengan dua metode yakni secara online dan offline. terdapat sekolah yang mengikuti secara offline dikarenakan terkendala oleh jaringan.
"Hanya beberapa sekolah yang menggunakan metode offline,karna memang terkendala oleh jaringan, Sekolah tersebut diwilayah hulu seperti Tabang, Muarawis, daerah-daerah yang memang sulit untuk mendapatkan signal." ungkapnya.
Pihaknya menyampaikan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan AAS, Dinas Pendidikan membagi pelaksanaan AAS menjadi tiga sesi, yakni pukul 07.30, 09.00, dan 11.00 pagi. Hal ini dilakukan agar dapat menghindari kepadatan penggunaan jaringan.
"Bahasa gampangnya, supaya tidak
Lebih lanjut, Ahmad Nurkhalis menjelaskan Dinas Pendidikan juga sudah menetapkan jadwal ujian susulan pada tanggal 12 dan 13 Mei 2025 khusus sekolah yang tidak bisa mengikuti AAS karena terkendala padatnya penggunaan jaringan.
"Tim asesmen membuka ruang koordinasi dan konsultasi melalui grup WhatsApp yang digunakan untuk komunikasi dengan sekolah sekolah yang mengalami kendala." katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah dari SDN 009 Tenggarong Normaningsih, menyampaikan bahwa di hari pertama, AAS mengalami gangguan teknis bukan karena jaringan sekolah, tapi server yang tidak sanggup menangani akses dari ribuan siswa.
"Alhamdulillah, setelah hari pertama, semuanya berjalan lancar. Kami mengikuti sesi tiga, dimulai pukul 11 siang, sesuai jadwal yang disusun oleh Disdikbud," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan AAS diawasi secara pengawas silang, di mana guru dari sekolah lain bertugas untuk menjaga pelaksanaan AAS tersebut.
Ia menyampaikan harapan besar terhadap hasil yang memuaskan yang akan diraih siswanya. "Kami sangat berharap anak-anak bisa menyelesaikan AAS ini dengan baik dan lulus 100 persen. Ini bukan hanya soal nilai, tetapi juga bentuk tanggung jawab dan kerja keras mereka selama belajar enam tahun terakhir."katanya. (adv/*zar)