
TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Pemerintah Kecamatan Loa Janan bersama jajaran telah menggelar Safari Ramadan yang berlangsung sejak awal bulan suci hingga 24 Ramadan. Program ini mencakup kunjungan ke delapan desa definitif dan satu desa persiapan, yakni Tani Harapan, Batuah, Tani Bakti, Purwajaya, Bakungan, Loa Duri Ilir, Loa Duri Ulu, Loa Duri Seberang, dan Sungai Pimping.
Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, menjelaskan bahwa dalam setiap kunjungan, rombongan pemerintah kecamatan tidak hanya bersilaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga membangun komunikasi secara langsung serta menyerap berbagai aspirasi dan keluhan warga terkait pembangunan dan pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa Safari Ramadan ini menjadi salah satu bentuk pendekatan pemerintah kepada masyarakat. Selain memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi mereka, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarwarga serta antara pemerintah dan masyarakat.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menyerap aspirasi terkait berbagai permasalahan di lingkungan mereka," ujar Hery Rusnadi saat dikonfirmasi Kamis (27/3/2025)
Menurutnya, mendengar langsung keluhan warga sangat penting agar kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran. Beberapa permasalahan yang banyak disampaikan oleh masyarakat antara lain terkait infrastruktur jalan, akses layanan kesehatan, pendidikan, serta ketersediaan bahan pokok yang stabil selama Ramadan.
Selain menyerap aspirasi, Safari Ramadan juga menjadi sarana sosialisasi berbagai program pemerintah yang sedang berjalan atau direncanakan di Kecamatan Loa Janan. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat lebih memahami program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah serta manfaat yang bisa mereka dapatkan.
Meskipun Kecamatan Loa Janan tidak menggelar bazar Ramadan, pihak kecamatan turut berperan dalam menyukseskan pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag). Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama di tengah kenaikan harga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam pasar murah ini, masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, serta LPG 3 kg dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Pemerintah kecamatan turut serta dalam penyediaan lokasi pasar murah serta membantu dalam sosialisasi kepada masyarakat agar lebih banyak warga yang mengetahui dan memanfaatkan program ini.
"Kami memahami bahwa selama Ramadan, kebutuhan masyarakat akan bahan pokok meningkat. Oleh karena itu, melalui pasar murah ini, kami berharap bisa meringankan beban masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu," ujar Hery Rusnadi.
Lebih lanjut, Hery berharap agar momentum Ramadan dapat semakin mempererat ukhuwah Islamiyah di masyarakat serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga dalam membangun daerah.
"Ramadan adalah bulan penuh berkah, dan kami ingin kebersamaan serta gotong royong semakin kuat. Kami juga berharap semangat Ramadan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat di bulan-bulan mendatang," tutupnya. (Dri/Adv)