• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah

TENGGARONG, (Kutairaya.com) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung selama dua hari, 11-12 Maret 2025. GPM berlangsung di halaman Masjid Agung Aji Muhammad Sultan Sulaiman Tenggarong.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan akses pangan murah bagi masyarakat sekaligus menekan inflasi menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah mengatakan bahwa dalam kegiatan ini, Disperindag menyediakan sekitar 560 tabung LPG 3 kg, bekerja sama dengan Bulog untuk mendistribusikan 4-5 ton bahan pokok, seperti tepung, beras, minyak goreng, dan gula. Keempat komoditas tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan GPM di berbagai kecamatan.

"Kami masih menyesuaikan jadwal pelaksanaan kegiatan ini. Ke depannya, jika Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menghendaki, kegiatan serupa dapat dilaksanakan di kecamatan atau zona lain, seperti Kota Bangun atau wilayah pesisir," ujar perwakilan Disperindag Kukar.

Selain menggelar GPM, Disperindag juga memperketat pengawasan perdagangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Disperindag Kukar bekerja sama dengan Disperindag Provinsi Kalimantan Timur, yang sejak 2019 bertanggung jawab atas program perlindungan konsumen.

"Biasanya, menjelang atau selama Ramadan, tim dari provinsi melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap bahan makanan yang berpotensi mengandung zat berbahaya. Kami dari Disperindag kabupaten turut mendampingi kegiatan tersebut," jelasnya.

Jika dalam sidak ditemukan pedagang yang menjual barang berbahaya, mereka akan diberikan peringatan oleh pihak provinsi. Jika masih melanggar, maka akan ada mekanisme lebih lanjut yang melibatkan pihak kepolisian.

Menjelang Lebaran, biasanya Disperindag Provinsi akan mengumumkan jadwal sidak ke pasar-pasar. Tahun lalu, tim dari provinsi bahkan membawa mobil laboratorium untuk mengecek bahan makanan secara langsung di lokasi.

"Kemungkinan besar, sidak serupa akan dilakukan lagi tahun ini dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan instansi terkait. Disperindag kabupaten akan tetap mendampingi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut," tambahnya.

Dengan adanya Gerakan Pangan Murah dan pengawasan ketat terhadap bahan pangan, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta terhindar dari produk berbahaya, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. (adv/*tri)



Pasang Iklan
Top