
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Kecamatan Muara Wis memiliki potensi wisata yang menjanjikan, terutama di Desa Muara Enggelam, yang sudah dikenal hingga tingkat nasional. Namun, akses jalan yang buruk menjadi hambatan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan desa ini.
Camat Muara Wis, Fadhli Annur, mengungkapkan bahwa perjalanan dari Kota Bangun ke Muara Wis seharusnya bisa ditempuh dalam 20-30 menit, tetapi saat ini memakan waktu lebih dari satu jam jika menggunakan mobil.
“Belum lagi perjalanan ke Muara Enggelam, yang harus dilanjutkan dengan penyeberangan perahu,” ujarnya.
Tak hanya Muara Enggelam, beberapa desa lain di Muara Wis juga tengah mengembangkan potensi wisata mereka. Namun, kondisi jalan yang rusak membuat wisatawan harus menginap karena perjalanan pulang-pergi dalam satu hari sangat melelahkan.
Menurutnya, infrastruktur jalan menuju tempat wisata menjadi hal yang penting diperhatikan. Dengan akses yang mudah akan meningkatkan kunjungan wisatawan dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya bagi perekonomian mereka.
Masyarakat dan pelaku wisata berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara segera memperbaiki akses jalan ke destinasi wisata di Muara Wis. Dengan infrastruktur yang lebih baik, sektor wisata akan berkembang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kemudahan akses juga akan mempermudah distribusi hasil panen dan produk lokal ke luar daerah.
"Jika perbaikan jalan bisa direalisasikan, bukan tidak mungkin Muara Wis akan menjadi salah satu ikon wisata andalan Kutai Kartanegara di masa depan." jelasnya
Ia menambahkan, selain infrastruktur jalan wisata juga membutuhkan media promosi untuk lebih mengenalkan wisata yang ada di Kecamatan Muara Wis dan sekitarnya.
"Kami berharap potensi wisata yang ada ini bisa terus berkembang dan memberikan multi player efek bagi masyarakat." tutupnya. (Dri/Adv)