• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, memiliki tradisi adat yang masih dijaga hingga kini, yaitu Belian Namang. Ritual adat ini menggunakan bahasa khusus yang diwariskan secara turun-temurun dan dianggap sebagai bahasa dewa. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, jumlah penutur bahasa ini semakin berkurang.

Menyadari pentingnya pelestarian tradisi ini, pemerintah kecamatan bersama kepala desa dan masyarakat sepakat untuk menjaga dan mempertahankan adat Belian Namang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga turut berperan dalam upaya pembinaan bahasa adat ini agar tetap lestari.

Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, menjelaskan bahwa salah satu langkah konkret untuk melestarikan tradisi ini adalah dengan mengadakan Festival Adat Budaya Belian Namang. Festival ini diselenggarakan setiap tahun sebagai ajang perayaan budaya sekaligus sarana regenerasi, di mana anak-anak muda didorong untuk belajar dan memahami bahasa serta makna ritual Belian Namang.

"Saat ini, penutur asli bahasa Belian Namang semakin sedikit. Sebagian besar hanya dipahami oleh orang tua yang sudah lanjut usia. Oleh karena itu, regenerasi sangat penting agar bahasa ini tidak punah," ujar Julkifli.

Anak-anak muda diharapkan dapat belajar langsung dari generasi terdahulu, sehingga warisan budaya ini tetap terjaga dan dapat diteruskan ke generasi berikutnya.

Selain itu, pelestarian adat ini juga bertujuan agar tidak hilang digerus kemajuan zaman. Di era digital yang berkembang pesat, dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah Kutai Kartanegara (Kukar), sangat diperlukan agar adat dan budaya tetap hidup di tengah modernisasi.

Melalui berbagai upaya ini, diharapkan Belian Namang tetap menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kutai Kartanegara, yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Kami berharap ke depan, adat Belian Namang tetap lestari dan bisa menjadi daya tarik wisata. Dengan begitu, tidak hanya budaya yang terjaga, tetapi juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Kedang Ipil," ungkapnya. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top