• Sabtu, 20 April 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Ratusan masyarakat mengikuti acara Bereprah sebagai rangkaian Erau Adat Pelas Benua tahun 2023, yang berlangsung di sepanjang Jalan Diponegoro atau Depan Museum Mulawarman Tenggarong Selasa (26/9/23).

Kegiatan beseprah tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, unsur Forkopimda, OPD dan masyarakat.

Beseprah diawali dengan membunyikan kentongan bersama, dan dilanjutkan dengan duduk bersila makan bersama masyarakat.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengungkapkan kegiatan beseprah ini berjalan dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi. Ada yang menyumbang makanan, minuman, snack. Ia juga mengucapkan terima kasih semua kehadirannya.

"Jadi beseprah ini esensinya sultan menjamu rakyatnya. Kami bersama sultan dan masyarakat rame bersama makan bersama. Semoga kegiatan beseprah bagian dari salah satu untuk menguatkan silaturahim, persaudaraan, dan kebersamaan." ungkapnya.

Ia mengatakan karena Erau ini adalah agenda tahunan Pemkab Kukar bersama Kesultanan Kutai Kartanegara. Makna dari Beseprah ini adalah menunjukan suka cita makan bersama.

"Jadi saya memaknai ini, harus ada di tengah tengah masyarakat dalam situasi suka cita maupun suka duka. Semoga erau ini juga bisa memberikan pendidikan, pelajaran terutama kepada generasi muda. Cintailah tradisi ada istiadat di tanah Kutai ini. Walaupun situasi kondisi global, era digitalisasi saya berharap agar terus terjaga dengan baik budaya dan tradisi di tanah Kukar." ujarnya.

Sementara Pangeran Noto Negoro kerabat Kesultanan Heriansyah, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kukar yang telah mendukung kegiatan Beseprah ini sehingga berjalan dengan baik

Heriansyah mengatakan acara Beseprah pada hari ini adalah rangkaian dari Erau Adat Pelas Benua 2023. Dimana beseprah atau makan bersama, duduk bersila merupakan jamuan atas simbolis atas doa dan harapan dari Sultan agar dapat selalu mengayomi yang dipimpinnya.

Kemudian Sultan membaur dan merasakan yang dirasakan oleh rakyatnya. Beseprah ini memang melambangkan kesejahteraan antar berbagai kalangan. Secara pemaknaan beseprah berarti duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

"Sehingga dapat dimaknai sebuah sarana untuk menjalin rasa persaudaraan rakyat Kukar dan mempererat antar sesama." ungkapnya.

Selain itu, tradisi ini terdapat pesan moral bahwa seorang penimpin harus dekat dan membaur bersama rakyatnya.

"Disini Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama terus menjaga sebuah tradisi turun temurun yang telah mengakar dalam kehidupan rakyat Kukar."tutupnya. (*dri)

Pasang Iklan
Top