• Senin, 26 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Pastikan Takjil Tak Mengandung Bahan Berbahaya, BBPOM Lakukan Intensifikasi Pengawasan di Pasar Ramadan Tenggarong


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda dan Pemkab Kukar melakukan intensifikasi pengawasan pangan takjil di Pasar Ramadan Tenggarong, Kamis (6/4/23). Untuk memastikan tidak ada makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan S Parman depan kantor Telkom menjadi salah satu lokasi yang dipilih untuk dilakukan uji coba pada makanan dan minuman yang dijual.

BBPOM mengambil sebanyak 21 sampel takjil untuk diperiksa apakah bahannya mengandung formalin, boraks, rhomadin B atau metanil yellow. Setelah dilakukan pengujian cepat di mobil uji yang didatangkan, tidak ditemukan adanya takjil yang terindikasi menggunakan bahan makanan berbahaya beracun.

Kepala BBPOM Samarinda, Sam Lapik yang hadir langsung pada kesempatan itu mengatakan intensifikasi pengawasan pangan takjil dilakukan intensifkan di pasar ramadan. Jadi selain sarana distribusinya juga sarana pangan takjil yang lagi marak dan banyak di jalan serta memastikan bahwa takjil ini aman tidak menggunakan bahan berbahaya.

"Dari sample ini kita berharap tidak ada makanan yang mengandung bahan berbahaya, kita masih tunggu hasilnya." jelasnya.

Sementara Asisten I Setkab Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kukar Wiyono yang juga turut hadir mengatakan bahwa Pemkab Kukar bersama BBPOM melakukan peninjauan terhadap makanan di pasar ramadan. Makanan ini harus sesuai standar, khususnya dari sisi bahan makanan. Jangan sampai menimbulkan bahaya bagi yang memakan.

"Kami mendampingi untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi masyarakat itu aman." ujarnya.

Wiyono menghimbau kepada pelaku kuliner gunakan bahan-bahan yang direkomendasikan dan tidak berbahaya. Pemkab Kujar mendorong masyarakat untuk punya kesadaran menggunakan bahan yang aman dikonsumsi. (*dri)

Pasang Iklan
Top