• Senin, 15 April 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



H Rendi Solihin


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Objek Wisata Pulau Kumala di Tenggarong menjadi salah satu tempat wisata yang menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun tidak adanya jembatan akses mobil menuju Pulau Kumala menjadi kendala untuk bisa berkembang dan menarik investor yang ingin mengelolanya.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) H Rendi Solihin usai acara Musrenbang Kecamatan Tenggarong Rabu (8/3/23) di Kecamatan Tenggarong.

Rendi mengungkapkan akses jalan menjadi salah satu fasilitas tambahan di Pulau Kumala. Cuma memang ada beberapa investor yang ditemui beberapa tahun belakangan ini terkait dengan Pulau Kumala, memang yang menjadi permasalahan itu transportasi menuju Pulau Kumala.

Dimana tidak adanya jembatan akses mobil bisa menuju Pulau Kumala, sehingga membuat banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Pulau malah mundur satu persatu.

"Sudah banyak yang kami temui, tidak 1, 2, bahkan lebih dari 3 investor besar di nasional. Sudah punya niat sudah punya rencana yang luar biasa tiba tiba mundur karena kendala dengan tidak adanya transportasi yang bisa sampai langsung ke khususnya kendaraan roda 4 atau roda 2 yang sampai langsung ke titik pariwisata di Pulau Kumala."ungkap Rendi.

Rendi menyerahkan usulan pembangunan Jembatan Pulau Kumala, jadi nanti Dinas terkait akan duduk bersama seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata dan Pekerjaan Umum dalam waktu dekat untuk bahas proses perencanaan ini.

"Jika memang disepakati, kita bikin jembatan untuk mobil bisa masuk ke dalam. Kita bisa rencanakan di tahun 2023 dan kita laksanakan di tahun 2024, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Dan nanti kita bisa pastikan, pasti kita hitung pertama mandatory spending untuk pembangunan khususnya kepariwisataan di Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya Kecamatan Tenggarong."pungkasnya. (*dri)

Pasang Iklan
Top