• Sabtu, 04 April 2020
logo
Pasang Iklan



Menjelang Natal dan tahun baru 2018, stok (ketersediaan) kebutuhan barang pokok di Kaltim masih aman, bahkan 5 bulan sampai 6 bulan kedepan.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim H Nazrin mengatakan, berdaarkan hasil rapat High Level Meeting Tim Inflasi Daerah (TPID) provinsi dan TPID kabupaten/kota , kondisi stok sembako saat ini sampai menjelang natal dan tahun baru, masih aman dimana stok bisa sampai 6 bulan kedepan.

Berdasarkan laporan dari kabupaten/kota , stok sembako masih aman, begitu juga dengan perkembangan harga yang signifikan, baik harga beras, gula, minyak goreng maupun kebutuhan lainnya, kata Nazrin, Selasa (17/12/2019).

Untuk harga lanjut Nazrin, untuk harga minggu lalu memang ada kenaikan khususnya harga daging ayam, tetapi sekarang sudah turun ke harga awal, jadi pada prinsipnya harga sembako maupun harga kebutuhan daging masih aman.

" Oleh karena itu, kita harapkan masyarakat jangan lagi membeli kebutuhan secara berlebihan, karena kalau hal tersebut tentu menimbulkan dampak terhadap kenaikan harga dipasaran," tandasnya.

Untuk mengantisipasi naiknya harga kebutuhan pokok , lanjut Nazrin diharapkan kabupaten/kota bisa melaksanakan oprasi pasar maupun kegiatan pasar murah, dengan bekerjasama dengan Bulog maupun dengan para distributor .

" Sebenrnya tidak ada masalah, hanya saja kalau terjadi lonjakan harga , diharapkan kabupten/kota bisa melakukan oprasi pasar maupun kegiatan pasr murah dengan bekerjasama bulog maupun para distributor , sebagai upaya untuk menekan lonjakan harga, bahkan beberapa daerah sudah menyelenggarakan pasar murah, seperti Kabupaten Kutai Barat maupun daerah lainnya " kata Nazrin.

Dalam menyonsong natal dan tahun batu, Nazrin mengharapkan kepada seluruh masyarakat di Kaltim untuk tetap tenang dan jangan panik serta tidak mudah terpengaruh terhadap kenaikan harga akibat stok kurang, karena pemerintah akan selalu memantau kegiatan pasar di kabupaten/kota.

" Oleh karena itu pola pikir masyatakat harus dirubah, bahwa setiap menjelang hari-hari besar keagamaan tidak ada kenaikan harga kebutuhan, karena sebelumnya kita sudah melakukan antisipasi terkait stok kebutuhan pokok, maka dari itu masyarakat dihimbau tidak perlu resah,dan kalut tetapi harus bijak dalam membeli kebutuhan harus sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan," paparnya.

Nazrin juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengimformasikan kalau ada terjadi kenaikan harga akibat kekosongan stok, sehingga bisa dilakukan antisipasi pencegahan dan tidak menimbulkan dampak lainnya.

"Kita harapkan masyarakat bisa memantau dan melaporkan bila ada kenaikan akibat kelangkaan kebutuhan karena keterlambatan pendistribusian kebutuhan bahan pokok, sehingga bisa secepatnya dilakukan antisipasi, khususnya pada daerah-daerah yang rawan," pinta Nazrin.

Stok barang dan kebutuhan pokok di Kaltim masih aman sampai 5 sampai 6 bulan kedepan seperti, beras Bulog 13.555 ton, beras Non Bulog 40.097 ton, gula pasir 42.484 ton, minyak goreng 14.012 ton, mentega 2.826 ton, jagung pipilan 6.030 tepung terigu 5.801 ton, kacang kedelai 3.979 ton, telur ayam 6.040 ton, daging sapi 4.474 ton dan daging ayam 8.318, susu bubuk 4.511 ton, garam beryoduim 2.103 ton. (kr/hmsprov)

Pasang Iklan Disini
Top