• Rabu, 17 April 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kukar siap menggelar gerakan pasar murah minggu depan.

Hal ini disampaikan Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kukar Wiyono, usai rapat koordinasi bersama stakeholder terkait di ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar Jum"at (1/3/24).

Rapat yang juga digelar secara serentak di 38 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota ini membahas tentang stabilitas pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H.

Wiyono mengatakan bahwa dari hasil rapat koordinasi terkait persiapan rencana gerakan pangan murah yang akan dilaksanakan di minggu depan bersamaan acara Car Free Day.

"Kita mempersiapkan salah satunya berkenaan dengan lokasi. Ada beberapa titik yang mau disiapkan, opsi-opsinya diantaranya di Stadion Rondong Demang, Depan Kedaton, Taman Eks Tanjung. Kita juga sudah mengundang stakeholder lainnya seperti bulog, indomaret, eramart yang nantinya sama sama untuk mengisi tenda yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. Ada sekitar 40 tenda lebih," ujar Wiyono.

Wiyono mengungkapkan bahwa saat ini pergerakan pangan ada kenaikan. Mudah-mudahan dengan adanya gerakan pangan murah ini nanti bisa membantu untuk menurunkan harga bahan pokok. Karena sebentar lagi akan memasuki bulan puasa dan lebaran.

"Gerakan Pasar Murah ini menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat mengurangi bebanya, setidaknya meminimalisir kenaikan harga bahan pokok dan menyiapkan stok pangan." ungkapnya

Wiyono menambahkan bahwa beberapa bahan pangan di pasar khususnya pasar Mangkurawang mengalami kenaikan salah satunya adalah beras.

"Untuk di Pasar Mangkurawang dan beberapa titik lainnya kami sudah melakukan pemantauan itu sekitar Rp. 17 ribu sedangkan di petani berkisar antara Rp. 14-15 ribu sementara untuk distributornya itu perkilogramnya sekitar Rp.16.800," sebutnya.

Sementara itu terkait dengan pasokannya, ketersediaan beras masih dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

Pihaknya mendapat laporan dari DKP dan Juga Distanak Kukar bahwa para petani saat ini mulai memanen hasil pertanian sehingga diperkirakan mampu untuk memenuhi konsumsi beras masyarakat.

"Jadi setidaknya kita tidak perlu khawatir untuk ketersediannya (beras)," tutup Wiyono. (dri)

Pasang Iklan
Top