• Kamis, 22 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Anggota Komisi III DPRD Kaltim Romadhony Putra Pratama)


SAMARINDA (KutaiRaya.com) - Panjangnya antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Unum (SPBU) di Samarinda bahkan di Kaltim akhir-akhir ini membuat anggota Komisi III DPRD Kaltim Romadhony Putra Pratama angkat bicara.

Politisi muda PDIP ini mengatakan, antrean ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di dalam SPBU, tetapi juga menimbulkan kemacetan di jalan yang berdekatan dengan SPBU.

"Sudah pasti banyaknya kendaraan yang menjalar hingga ke badan jalan akan menimbulkan kemacetan dan ketidaknyamanan terhadap para pengguna jalan," ujarnya.

Ia mengaku, antrean panjang di SPBU, terutama pada jenis bahan bakar pertalite, menunjukkan adanya kebutuhan yang tinggi dari masyarakat akan jenis bahan bakar tersebut. Ia menduga bahwa hal ini disebabkan oleh harga pertalite yang lebih murah dibandingkan jenis bahan bakar lainnya, seperti pertamax.

"Kebutuhan masyarakat akan pertalite sangat tinggi, karena harganya lebih murah dan kualitasnya juga bagus. Namun, pasokan pertalite tidak sebanding dengan permintaan, sehingga terjadi kelangkaan dan antrean panjang," tuturnya.

Ia berharap, kondisi seperti ini harus segera diatasi agar tidak berlarut-larut dan merugikan masyarakat. Ia juga meminta agar langkah-langkah koordinatif segera diambil oleh pihak-pihak terkait, seperti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, Pertamina, dan pengelola SPBU.

"Situasi seperti ini harus segera diatasi agar langkah-langkah koordinatif segera diambil. Dan bahan bakar kembali dapat berjalan lancar dan masyarakat tidak mengantri yang panjang lagi," harapnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top