• Jum'at, 23 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Sektor pertanian menjadi sektor unggulan di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, khususnya padi sawah. Bahkan dari hasil produksinya kelurahan tersebut jadi swasembada pangan, dan mampu mensuplai kebutuhan beras di Kecamatan Tenggarong.

Pengembangan potensi tersebut didukung penuh oleh pemerintah setempat, dengan berbagai bantuan dan pembinaan kepada kelompok tani.

Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro mengatakan bahwa untuk potensi yang paling menonjol di Kelurahan maluhu adalah di sektor pertanian. Karena mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani. Dengan luasan lahan sawah yang cukup luas, sekitar 150.000 hektar dan per hektarnya itu rata rata menghasilkan 4 sampai 5 ton padi itu.

Tentunya keberhasilan ini tidak lepas dari kegigihan para patani dalam mengembangkan pertanian dengan di bantu oleh pemerintah berupa sapras pertanian.

"Dan selama ini pertanianya juga berjalan dengan baik. Bantuan bantuan pemerintah Kabupaten Kukar seperti alsintan, pupuk juga kami dapatkan juga seperti daerah-daerah lain." kata Joko saat dikonfirmasi media KutaiRaya.com Minggu (19/11/23).

Ia menyebut melalui perhatian dari pemerintah hasilnya panen padi di Kelurahan Maluhu sudah bisa menyuplai untuk di daerah Maluhu dan sekitarnya.

"Untuk mencukupi warga masyarakat Maluhu itu sudah lebih dari cukup, bahkan bisa menyuplai ke Tenggarong pada umumnya." jelasnya.

Ia mengungkapkan saat ini untuk jumlah kelompok tani ada 7 kelompok tani dan 6 Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Maluhu. Mereka tidak hanya mengembangkan tanaman padi sawah saja,

Tetapi juga ada mnanam sayur dengan memanfaatkan lahan pekarangannya masing masing karena wajib anggota KWT itu punya lahan pekarangan harus dianut tanaman sayur rata-rata mereka.

Selain itu ada juga kelompok-kelompok tani yang mengembangkan peternakan. Dan belum lama ini mereka dapat bantuan dari pemerintah kambing sebanyak 20 ekor beserta kandangnya, tepatnya di RT 17 dan 18 kelompok ternak Rojo Koyo.

"Kami berharap potensi pertanian ini tetap bisa maksimalkan lahan yang ada dan memaksimalkan hasil panen. Karena apapun itu kebutuhan akan hasil-hasil pertanian sangat dibutuhkan, dan sekarang akan melonjak tinggi. Apalagi ada menghadapi IKN, ini harus siap, kita nanti menjadi penyuplai-penyuplai segala sesuatunya. Ya mungkin ada dari daerah luar sudah datang, tapi setidaknya kita cukupi dulu untuk wilayah kita sendiri." ungkapnya.

Sementara Ketua Kelompok Sri Rukun Satu Kelurahan Maluhu Abdul Mukit yang membawahi 36 orang anggota kelompok tani, mengatakan bahwa yang menjadi unggulan pertaniannya adalah padi sawah, kalau untuk sayuran ada juga namun tidak banyak.

Adapun pada saat musim panen padi, hasil panen petani per hektarnya bisa mencapai 4,5 ton. Untuk pemasaran hasil pertanian biasanya para petani dijual ke tetangga-tetangga yang beli atau ada yang membeli sendiri ke petani Maluhu untuk di jual ke pasar Tenggarong

"Untuk di Kelurahan Maluhu pertanian ini selalu di prioritaskan oleh pemerintah. Kalau bantuan-bantuan itu, alhamdulilah selama ini sudah lumayan yang diterima oleh para petani. Belum lama ini kami menerima bantuan pupuk cair, terpal yang nantinya kami bagikan ke petani." ujarnya.

Harapannya kedepannya pertanian di Maluhu akan lebih maju, karena kalau bantuan-bantuan itu selalu diberikan kepada petani otomatis akan lebih maju. (dri)

Pasang Iklan
Top