• Kamis, 29 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





SAMARINDA (KutaiRaya.com) - Dalam rangka menangkap peluang pasar IKN, sektor peternakan perlu memenuhi kebutuhan daerah secara mandiri terlebih dahulu, baik pada komoditas daging, telur, susu dan lainnya.

Hal ini diungkapkan anggota Komisi II DRPD Kaltim, Sapto Setyo Pramono usai memimpin rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Jumat (3/11/2023).

Sapto mengatakan, rapat bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan itu menekankan pada realisasi program peternakan untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan mewujudkan rencana pembangunan jangka menengah 2024-2026.

"Kaltim harus meningkatkan kemandirian pangan, seperti memproduksi daging dan telur di daerah, disamping menjaga konsistensi dan kualitasnya. Kami juga mendorong peternak memanfaatkan hibah-hibah pemerintah untuk memacu ekonomi kerakyatan di sektor peternakan," ungkap politikus Golkar tersebut.

Legislator Karang Paci dari Dapil Samarinda ini juga mengungkapkan, arti pentingnya koordinasi lintas sektoral terkait peternakan, terutama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan, serta pemerintah kabupaten dan kota.

"Jangan sampai ada tumpang tindih antar-sektor. Kami juga akan mengundang Kementerian Pertanian dan Peternakan Pusat dalam rapat Komisi II, agar lebih komplit," imbuhnya.

Ia berharap, sektor peternakan di Kaltim siap menangkap peluang menjelang perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tahun 2024 mendatang.

"Kami ingin mengetahui kawasan mana saja yang cocok untuk pengembangan peternakan. Apakah sentra ekonomi peternakan di satu kawasan atau ada di daerah lain," tutupnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top