• Senin, 26 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Kepala Disdukcapil Kukar M Iryanto


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pentingnya percepatan aktivasi Informasi Kependudukan Digital (IKD) untuk mempermudah segala urusan bagi masyarakat. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan Jemput Bola (Jebol) ke Kecamatan dan Desa.

Kepala Disdukcapil Kukar M Iryanto mengatakan bahwa pihaknya terus lakukan pemutakhiran data penduduk yang terpadu. Termasuk dengan percepatan aktivasi IKD, ini bagian menyukseskan Pemilu 2024.

"Kita aktif turun ke lapangan lakukan Jebol baik kecamatan maupun desa. Seementara kita Disdikcapil juga menggenjot pelayanan. Kadang kami juga Jebol ke sekolah." ujar Iryanto belum lama ini.

Iryanto mengungkapkan dalam sistem Jebol ini Disdukcapil terus gencar ke lapangan. Karena kalau pasif menunggu Didisdukcapil dan Mall Pelayanan Publik (MPP) agak lambat. Karena kesadaran masyarakat masih kurang, mungkin karena faktor kesibukan kerja atau belum ada keperluan mendesak.

"Kami ingin masyarakat itu saat sudah bisa memiliki dokumen kependudukan segera mengurus. Karena mengurusnya gampang, tidak perlu ke Disdukcapil. Di kantor Camat, Desa dan Kelurahan bisa." ucap Iryanto.

Ia menyebut sampai saat ini aktivasi IKD di Kukar masih tertinggi pencapaiannya di Kaltim. Kemarin sudah 17.500 lebih aktivasi IKD. Sedangkan di Samarinda baru 14.000.

"Ini bukan bersaing banyak-banyakanan. Kita menyesuaikan kondisi lapangan, karena kita juga punya kelemahan. Yakni aktivasi yang memerlukan scan QR Code. Yang memerlukan masyarakat untuk pergi ke Disdukcapil atau MPP. Kami upayakan agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh. Cukup ke kantor camat saja, agar tidak jauh-jauh."jelasnya.

Disdukcapil tahun ini menargetkan aktivasi IKD tahun ini paling tidak sudah mencapai 20.000 aktivasi. Dan itu tidak mudah, karena perlu sosialisasi dan mendatangi masyarakat. Mengingat ini masih sukarela sifatnya, orang berpikir ini belum urgent. Padahal nanti KTP fisik perlahan akan ditiadakan, dan ini bagian transisi menuju digitalisasi.

"Namun untuk saat ini kita menjembatani KTP fisik dan IKD. Karena di Kukar sendiri masih ada blankspot. Sedangkan IKD perlu internet. Makanya kami imbangi pencetakan KTP fisik, aktivasi IKD juga sama."pungkasnya. (*dri)

Pasang Iklan
Top